Musyawarah Mufakat Efektif Jadi Resolusi Konflik

Jumat, 29 Oktober 2010 | 6:54 WIB


Semarang, unnes.ac.id. Pandangan fanatis terhadap kelompok sendiri mmenjadi salah satu penyebab konflik dan kekerasan massa di Indonesia. Penyebab lainnya, pelestarian stereotipe dan prejudice kurang baik terhadap kelompok lain, persaingan, dan penyelesaian yang lambat terhadap konflik.

Dosen Psikologi Universitas 17 Agustus Surabaya Dr Andik Matulessi MSi mengemukakan hal itu pada kuliah umum Jurusan Psikologi Fakultas Ilmu Pendidikan, di kampus Sekaran, Kamis (21/10).Kuliah dengan tema “Resolusi Konflik dan Kekerasan Massa di Indonesia” itu diikuti ratusan mahasiswa jurusan tersebut.

“Karena itu, salah satu mekanisme resolusi konflik lokal yang bisa diterapkan adalah musyawarah mufakat,” katanya.

Menurut Andik, selama ini kebanyakan orang menggunakan voting sebagai salah satu cara yang dianggap efektif untuk menyelesaikannya. “Padahal, voting sebenarnya rentan konflik pribadi. Masyarakat lupa bahwa sebenarnya resolusi konflik lokal yang telah menjadi semangat Indonesia adalah musyawarah mufakat,” kata Andik.

Riki


DIUNGGAH : Rochsid Tri HP Dibaca : 2.757 kali
EDITOR : Rochsid Tri HP

satu komentar pada “Musyawarah Mufakat Efektif Jadi Resolusi Konflik

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *