SEMINAR NASIONAL PPs

Menyongsong Pemberlakuan Kurikulum 2013

Senin, 12 November 2012 | 7:50

Berita Terkait

Kegiatan Penataan Kurikulum dilakukan sebagai amanah dari Peraturan Presiden Nomor 5 Tahun 2010 tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional. Penataan kurikulum tersebut diwujudkan melalui:

Pertama, Penyempurnaan atau pembenahan Standar Isi (SI) dan Standar Kornpetensi Lulusan (SKL).

Kedua, penyusunan konsep kurikulum nasional dalam bentuk panduan pelaksanaan kurikulum dan pembelajaran serta penyusunan model 4 mata pelajaran, yaitu Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan, Bahasa Indonesia, Matematika, dan Pendidikan Agama.

Ketiga, penyusunan konsep kurikulum tingkat daerah, yakni daerah menyusun kurikulum untuk mata pelajaan Bahasa Inggris, IPA, dan IPS berdasarkan SI dan SKL yang disusun secara nasional.

Keempat, penyusunan konsep kurikulum tingkat sekolah, yakni sekolah menyusun kurikulum untuk mata pelajaran Seni Budaya, Keterampilan, dan Pendidikan Jasmani Olahraga dan Kesehatan (Penjasorkes) berdasarkan SI dan SKL yang disusun daerah dengan berpedoman pada kebijakan dan tujuan pendidikan nasional.

Bertolak dari itu, Program Pascasarjana Universitas Negeri Semarang (PPs Unnes), Program Studi Pendidikan Bahasa Indonesia akan menyelenggarakan seminar Nasional “Menyongsong Pemberlakuan Kurikulum 2013” pada Sabtu, 24 November 2012 pukul : 09.00 – selesai di aula Fakultas Bahasa dan Seni (FBS) gedung bundar kampus Sekaran.

Pembicara: Prof Dr Rustono (Universitas Negeri Semarang) “Penyempurnaan Kurikulum Bahasa Indonesia”, Dr Maman Suryaman (Universitas Negeri Yogyakarta) “Rancangan Buku Teks Kurikulum 2013”.

Peserta dari dosen, mahasiswa dan guru. Biaya pendaftaran Rp 50.000,00 dapat ditransfer melalui Bank BNI atas nama Yuyun Rosliyah no rek. 0246681499 atau kontak kepada Dr Mimi Mulyani MHum HP 081 328 786 198, Yuyun Rosliyah MPd HP 085 225 560 610. KLIK DI SINI

Diunggah oleh :
Editor: Sihono

12 Komentar untuk “Menyongsong Pemberlakuan Kurikulum 2013”

  1. Wasino

    Senin, 12 November 2012 | 20:16

    2014′ habis Pilpres ganti kurikulum lagi

  2. achmad shobirien

    Kamis, 15 November 2012 | 08:07

    Habis ganti presiden 2014….ganti kabinet, ganti mendikbud….ganti kurikulum lagi…… ini negara punya presiden dan menteri aja…….

  3. I G N K . Darmawan

    Jumat, 16 November 2012 | 09:21

    Mengapa muatan lokal tidak ada, terus bagaimana tentang bahasa ibu pada tingkat pendidikan dasar???

  4. bernardus

    Selasa, 20 November 2012 | 13:18

    Kurikulum 2013? Libatkan para ahli pendidikan, jangan libatkan para birokrat dan pihak-pihak yang punya kepentingan “proyek” atau idelogi tertentu. Coba tengok negara-negara maju dalam bidang pendidikan, bagaimana mereka menyusun kurikulum; simple, komprehensif, sistematik! tidak ada “titipan-titipan” proyek/ideologi! Kasihan anak-anak didik kita, mereka jadi “korban” perilaku pejabat yang hanya memikirkan kepentingan golongan dan dirinya sendiri, maaf!

  5. NENI LIDIA

    Rabu, 21 November 2012 | 07:25

    Libatkan guru matapelajaran yang kompeten atau guru2 berprestasi tk nasional agar kurikulum sesuai karakter peserta didik bukan mahasiswa yg biasa dihadapi guru2 besar penyusun kurikulum dan Doctor2/PhD yg hanya biasa menghadapi meja dan kursi di kantor.

  6. Firmansyah

    Kamis, 22 November 2012 | 10:10

    Kenapa kurikulum meski berubah mestinya yang harus disiapkan dan ditata dulu adalah pendidik yang memiliki pengetahuan dan wawasan yang baik, jangan kemudian mengurangi mapel yang masih relevan dengan perkembangan zaman misal mapel TIK jika dibandingkan dgn dimasukkan ke mapel2 lain … jelas beda hasil yang didapat peserta didik semoga bukan mengurangi mapel tetapi menyempurnakan KTSP yang bermakna dan bermanfaat bagi peserta didik … amin

  7. Unggul Pribadi

    Kamis, 22 November 2012 | 11:47

    kurikulum 2013 lebih ke birocratic oriented, seharusnya ke student oriented, sehingga arahnya tidak jelas,dan menciptakan kegersangan pribadi siswa. Bila melihat kondisi saat ini kegelisahan dan kegersangan jiwa yang dilampiaskan dgn prilaku tawuran, penyalahguanaan Narkoba dsb., kurulum 2013 mengandung keseimbangan antara sain dan karakter (pengembangan diri) atau antara hard skills (sain) dan soft skills (pengembangan diri)

  8. komari

    Minggu, 2 Desember 2012 | 09:30

    Sebaik apapun kulikulum kalau pelaksnanya tidak mau berubah tetap saja hasilnya

  9. Brilian

    Senin, 3 Desember 2012 | 11:11

    Kurikulum 2013? kenapa tidak! Nanti pasti akan banyak pelatihan, workshop dll yg akan menambah KESEJAHTERAAN Guru. Yang kasihan…………………adalah mahasiswa yang udah kuliah dan ingin menjadi Guru yg dihapus mapelnya. kira2 lanjut kulian apa DO ya? kacihan…..mudah2an kur ’13 dapt menjawab tantanangan dan bukan membingungkan!

  10. kurikulum baru

    Kamis, 6 Desember 2012 | 16:05

    jadi anak sekolah sekarang semakin susah ya, harus aktif kalau ingin naik kelas

  11. Esti Nur

    Minggu, 30 Desember 2012 | 13:43

    semua elemen masyarakat mempunyai hak untuk didengar pendapatnya apalagi dari kalangan civitas akademika yang punya loyalitas yang tinggi terhadap dunia pendidikan. jangan sampai nasib anak-anak bangsa dikorbankan nasib pendidikannya hanya karena kepentingan elit politik semata.

  12. amin

    Senin, 19 Mei 2014 | 10:39

    Kurikulum 2013 hanya mengubah nama dan istilah , yg perlu ditingkatkan dan di perhatikan proses pembelajaran , pembelajaran berpusat pada siswa. sebaik apapun kurikulum tapi kalau gurunya tidak diperhatikan, kurang pelatihan maka tidak akan memperbaiki mutu pendidikan

Tinggalkan Komentar

Copyright © 2010 Universitas Negeri Semarang | Sitemap | Kredit | Arsip| Situs Lama | Masuk log | Arsip PS | Arsip PS
^Back to Top