Menguatkan Pembelajaran Abad 21 dengan Pendidikan Vokasi

Senin, 6 November 2017 | 22:35 WIB


Menguatkan Pembelajaran Abad 21 dengan Pendidikan Vokasi

Pengembangan pendidikan vokasi yang diangkat pada kegitan Profesor go to School di Kab Kendal mendapatkan sambutan hangat dari para peserta yang nota bene adalah guru Sekolah Menengah Kejuruan (SMK). Dua topik diskusi yaitu Pembeljaran Pendidikan Vokasi Abad XXI dan Peran Pendidikan Kejuruan dalam Pembangunan Berkelanjutan merupakan topik yang memiliki keeterkaitan dengan kebijakan nasional revitalisai SMK. Menurut Dr. Eko Supraptono, M.Pd, selaku penanggungjawab program Professor go to School untuk wilayah Kendal, dua topik terpilih tersebut merupakan upaya kepedulian UNNES dalam mendukung kebijakan nasional.

Ketua MKKS Wil Kab Kendal menyatkan bahwa kegiatan Profesor go to School yang diprakasiUNNES sangat relevan dengan upaya Pemerintah Daerah Kendal dalamuaya memajukan sekolah kejuruan yang memilki kebermakaan dengan kebutuhan masyarakat, dunia usaha dan insutri. Ia berjarap para peserta akan dapat memetik hikmah dari topik-topik mutahir yang nantinya dapat diintrodusir ke dalam pembelajaran.

Sementara itu, Kepala SMK Negeri 4 Kendal, Drs. Kusdarmanto selaku tuan rumah mengungkapakan rasa terima kasihnya kepada UNNES yang telah menggelar kegiatan Professor Go to School dengan sasaran para guru kejuruan yang memang sangat mengharapkan dukungan perguruan tinggi dalam penguatan program sekolah. Ia berharap ke depan, UNNES menjadi mitra narasumber pengembangan sekolah untuk memenuhi kebutuhan dan tantangan masyarakat usaha dan industri.

Diskusi diawali dengan materi yang disajikan oleh Prof. Sudarman yang mengangkat tema Peran Pendidikan Kejuruan dalam Pembangunan Lingkungan Bekelanjutan. Ia mengingatkan bahwa kerusakan lingkungan semakin parah pada akhir-akhir ini sudah saatnya dihentikan dan ditangani secara komprehensif dengan melibatkan seluruh komponen masyarakat. Tantagan bagi pendidikan kejuruan adalah bagaimaan turut memberikan solusi penangann lingkungan hidup berbasis ilmu pengethuan yang sesuai dengan core bisnis dan bidang diiplin pendidikan kejuruan. Diskusipun berkembang cukup seru di mana para peserta mengharapkan adanya pelatihan pengolahan limbah di seolah dengan nara sumber dari UNNES yang sudah dikenal sebagai universitas konservasi.

Sementara itu, paparan Prof. Samsudi mengangkat tema pembelajaran abad 21 pendidikan kejuruan uang perlu dilakukan adalah penyelearasan kurikulum SMK dengan DUDI, profesionalisme guru dan tendik, standarisasi dan optimalisasi saran dan prasasrana, tata kelola kelembagaan, kemitraan SMK dengan DUDI/ Stake holder. Ia mengingatkan bahwa lulusan pendidikan kejuruan harus dapat mengantarkan lulusan dapat mengisi formasi kerja, jangan sampai hanya mengjasilkan pengangguran. Untuk itu, diperlukan revitalisasi pendidikan kejuruan secara menyeluruh, termasuk di dalamnya melakukan inovasi pembelajaran berbasis pada teknologi digital, teknologi informasi dan kounikasi. Pada ujungnya, pembelajaran harus mendorong para siswa memiliki keterampilan communication skill, critical thinking, collabortion, dan creativity.


DIUNGGAH : Setyo Yuwono Dibaca : 166 kali
EDITOR : Setyo Yuwono

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

X