Melalui Lukisan Stop Peperangan

Senin, 9 September 2013 | 10:47 WIB


Melalui Lukisan Stop Peperangan
Dwi Sulistiawan / Humas

Sofa Bagus Panuntun dan Sekretaris Jurusan Seni Rupa Supatmo Mhum pada pameran proyek studi seni rupa, Kamis malam (5/9)

Setelah sukses memamerkan karyanya pada pameran yang bertajuk arsitek, perupa dan sketsa kota lama di Semarang Contemporary Art Gallery beberapa bulan lalu, kali ini Sofa Bagus Panuntun mahasiswa jurusan seni rupa Universitas Negeri Semarang (Unnes) kembali memamerkan beberapa lukisannya di Pusat Kegiatan Mahasiswa (PKM) Fakultas Bahasa dan Seni (FBS) Unnes Kampus Sekaran, Kamis malam (5/9).

Perhelatan pameran ini, menurut Bagus merupakan proyek studi untuk memenuhi gelar sarjana,“Saya berharap kawan-kawan tidak ragu untuk bereksplorasi dengan berbagai medium agar mampu menjadi motivasi serta referensi bagi mahasiswa lain,” katanya penuh percaya diri.

Pameran bertema “Konflik Gaza Sebagai Inspirasi dalam Karya Seni Masa Kini” adalah sebuah respon dari perupa tentang bagaimana kondisi dan iklim di daerah tersebut,” saya hanya ingin menyampaikan sikap solidaritas kepada penduduk sipil yang bermukim di daerah itu, dan tentunya karya saya ini didedikasikan kepada mereka yang hidup di dalam konflik Gaza,” tandasnya.

Dia juga berharap, melalui proyek studi ini dapat membuka mata dunia bahwa peperangan hanya akan menimbulkan dampak negatif bagi kemanusiaan, “oleh sebab itu peperangan harus cepat berakhir,” katanya berapi-api.

Saat membuka pameran ini, Sekretaris Jurusan Seni Rupa FBS Unnes Supatmo MHum memuji karakteristik yang terdapat pada karya ini, “ini adalah karya seni timur yang dikemas dengan konsep kekinian,” tegasnya seraya menghimbau agar potensi kreativitas yang dimiliki seseorang harus disalurkan atau diarahkan untuk kegiatan yang positif dan bermanfaat bagi alam semesta.


DIUNGGAH : Dwi Sulistiawan Dibaca : 1.186 kali
EDITOR : Rohmawati

3 komentar pada “Melalui Lukisan Stop Peperangan

  1. Selamat dan Sukses. Berempati kepada nasib warga dunia yang menjadi korban perang, melalui lukisan. Inspiratif dan memacu bagi yang lain untuk berkarya dengan perpektif yang berbeda.

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *