Mampukah Ekonomi Islam Pimpin Ekonomi Dunia

Jumat, 15 April 2011 | 17:15 WIB


Mampukah Ekonomi Islam Pimpin Ekonomi Dunia
SIHONO/HUMAS

Islam tidak menghendaki adanya transaksi ekonomi yang mengandung  maisir (perjudian), gharar (keraguan dalam transaksi), dan riba (pertambahan yang diharamkan).

Demikian dikatakan Field Representative Islamic Development Bank (IDB) Indonesia Dr Makhlani,  Rabu (13/4) saat memberi kuliah umum di gedung C7 Fakultas Ekonomi (FE) Universitas Negeri Semarang (Unnes) kampus Sekaran.

Kuliah dengan topik “Ekonomi Syariah” diikuti ratusan  mahasiswa, dosen, pejabat di lingkungan Unnes, dan pemerhati ekonomi syariah.

“Kita sepakat Islam tidak mengajarkan untuk mentolelir unsur maisir, gharar, dan riba dalam melakukan kegiatan ekonomi sehingga ketiga hal tersebut tidak dikehendaki dalam ekonomi syariah,” kata Makhlani.

Dia mengatakan, dengan berpedoman pada Alquran sistem ekonomi syariah dianggap menguntungkan dalam perubahan perekonomian saat ini.

”Dengan demikian, saat ini diperlukan pengembangan tiga pilar ekonomi, yakni sistem ekonomi keuangan syariah berbasis non riba, sistem ekonomi keuangan publik (berbasis zakat, infaq, sedekah, dan wakaf), dan sistem perdagangan syariah berbasis halalan toyiban,” katanya.

Sebelumnya, Rektor Unnes Prof Sudijono Sastroatmodjo saat membuka acara menyatakan apresiasinya terhadap apa  yang disampaikan Maklani. “Nanti bisa berguna dan tumbuh ilmuwan-ilmuwan Maklani baru dari Unnes, apa-apa yang disampaikan nanti akan dipelajari oleh mahasiswa maupun dosen.”


DIUNGGAH : Sihono Dibaca : 2.098 kali
EDITOR : Rochsid Tri HP

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *