Mahasiswa Darmasiswa Unnes Raih Juara 3

Sabtu, 19 Maret 2016 | 17:07 WIB


Mahasiswa Darmasiswa Unnes Raih Juara 3
HUMAS/DOK

Abhner dari Venezuela dan Martha dari Polandia mahasiswa asing program Darmasiswa Unnes meraih juara 3 bidang seni di ajang lomba unjuk kebolehan menampilkan budaya lokal Indonesia. Abhner dan Marta menampilkan seni pencak silat pada ajang Darmasiswa Got Talent di halaman Gedung ICT Universitas Diponegoro.

Kepala International Office Unnes Intan Permata Hapsari SPd MPd mengatakan, acara yang digelar beberapa waktu lalu itu diikuti oleh mahasiswa asing program Darmasiswa yang belajar di universitas negeri maupun swasta se-Jawa Tengah dan Yogyakarta. Mahasiswa asing yang terlibat di antaranya dari negara Jepang, Venezuela, Polandia, Tunisia, Korea Selatan, Madagaskar, Laos, Cina, Ukraina, Korea Selatan, dan Papua Nugini. Sejumlah mahasiswa Darmasiswa mempertunjukkan kemampuan berbahasa Indonesia dan penampilan berbagai bidang seni. Acara ini diharapan dapat memperkenalkan dan melestarikan bahasa dan budaya Indonesia.

Wati Istanti SPd MPd selaku pendamping mahasiswa asing program Darmasiswa Unnes mengatakan, Abhner dan Marta mempertunjukkan kemahiran bela diri pencak silat di ajang Darmasiswa Got Talent. “Alhamdulillah mereka memperoleh Juara 3 bidang Seni setelah berlatih keras dengan Visi Saputra dari Fakultas Ilmu Keolahragaan Unnes. Kedua mahasiswa tersebut menggunakan nama Pencak Silat Persaudaraan Setia Hati Teratai,” katanya.

Rektor Unnes Prof Dr Fathur Rokhman MHum mengatakan, Unnes mengapreasi Abhner dari Venezuela dan Martha dari Polandia sebagai mahasiswa asing program Darmasiswa Unnes yang belajar pencak silat dan memperoleh juara 3 di ajang Darmasiswa Got Talent. Unnes akan terus meningkatkan peran dan layanan prima untuk mahasiswa asing.

“Tiap tahun minat mahasiswa asing belajar di Unnes Terus meningkat. Oleh karena itu, Unnes terus berusaha memberikan layanan prima kepada mahasiswa asing yang sedang menempuh studi di Unnes,” tutur Prof Fathur.

Tim juri yang menilai kegiatan tersebut berasal dari Balai bahasa Jawa Tengah, Kompas, dan Dewan Kesenian Jawa Tengah.


DIUNGGAH : Muhamad Burhanudin Dibaca : 822 kali
EDITOR : Muhamad Burhanudin

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

X