Mahasiswa BK Universiti Sains Islam Malaysia mendalami Konseling Lintas Budaya di Jurusan BK FIP UNNES

Senin, 10 April 2017 | 8:43 WIB


Mahasiswa BK Universiti Sains Islam Malaysia mendalami Konseling Lintas Budaya di  Jurusan BK FIP UNNES
HUMAS/DOK

Mewujudkan visi UniversitasNegeri Semarang sebagai Universitas yang berwawasan konservasi dan bereputasi Internasional, Rabu 5 April 2017 di Dekanat Fakultas Ilmu Pendidikan (FIP) Universitas Negeri Semarang (UNNES) telah terselenggara Seminar AntarBangsa Isu-Isu Silang Budaya, kerja sama antara Jurusan Bimbingan dan Konseling (BK) FIP UNNES dengan Sarjana Muda Kaunseling, Kepujian Fakulti Kepemimpinan dan Pengurusan, Universiti Sains Islam Malaysia.

Seminar dibuka oleh Wakil Dekan Bidang Akademik Dr Edy Purwanto MSi dalam sambutannya menyampaikan, pengetahuan mengenai lintas budaya sangat penting untuk meminimalisir kesalahpahaman dalam proses konseling.

Pensarah/Dosen Program Studi Sarjana Muda Kaunseling Kepujian Fakulti Kepemimpinan dan Pengurusan Universiti Sains Islam Malaysia (USIM) Dr Amin Al Haadi bin Shafei menyatakan BK USIM harus belajar dan memperoleh guru yang mumpuni untuk memantapkan konseling lintas budaya sebagai trend di masa mendatang terutama di Malaysia yang masyarakatnya terdiri atas banyak ras seperti di Indonesia.

Juruan BK FIP UNNES sebagai rujukan yang tepat dan sebagai guru yang baik dalam konseling lintas budaya.

Ketua Umum Pengurus Besar Asosiasi Bimbingan dan Konseling Indonesia dan juga Presiden Malindonei, Prof Dr Mungin Eddy Wibowo MPd Kons menyatakan dalam menjalankan profesi konseling untuk masyarakat Indonesia yang beragam budaya harus berakar pada budaya bangsa Indonesia.

Perspektif multikultural dalm konseling di Indonesia harus diwujudkan karena masyarakat Indonesia adalah masyarakat multikultural. Konselor Indonesia perlu memiliki kepekaan budaya. Konselor Indonesia dalam dirinya tidak boleh terjadi kekagetan budaya manakala menghadapi konseli yang berbeda-beda budayanya.

Kegiatan seminar diikuti 78 mahasiswa serta 14 dosen jurusan BK FIP UNNES dan 22 mahasiswa serta 1 pensarah/dosen dari Universiti Sains Islam Malaysia. Mahasiswa Jurusan BK FIP UNNES mernyajikan budaya: Batak, Jawa, Sunda, Bali, dan Papua. Sedangkan mahasiswa Program Studi Sarjana Muda Kaunseling Kepujian Fakulti Kepemimpinan dan Pengurusan Universiti Sains Islam Malaysia menyajikan materi mengenai budaya: India Chetti, Mahmeri, dan Portugis.


DIUNGGAH : Sihono Dibaca : 637 kali
EDITOR : Lintang Hakim

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

X