M Nuh: Kurikulum 2013 Tak Mengurangi Hak Guru

Sabtu, 4 Mei 2013 | 17:33 WIB


M Nuh: Kurikulum 2013 Tak Mengurangi Hak Guru
HUMAS/SETYO

Ketiadaan beberapa mata pelajaran dalam Kurikulum 2013 tidak akan mengurangi hak dasar guru. Dalam praktiknya, guru mendapatkan sertifikat atas kompetensi tambahan mengajar pelajaran lain.

“Guru akan dilatih untuk pelajaran tambahan yang harus ia ampu. Hal ini tidak akan mengurangi hak apapun, termasuk tunjangan dan sertifikasi,” kata Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Mohammad Nuh, saat Sosialisasi Kurikulum 2013, Sabtu (4/5), di auditorium Universitas Negeri Semarang (Unnes).

Nuh menekankan, Kurikulum 2013 mengedepankan proses belajar yang bakal menumbuhkan kreativitas siswa. Metode yang digunakan adalah scientific, observasi, tanya-jawab, hingga presentasi.

“Hal pertama yang dilakukan ketika merumuskan kurikulum baru ini adalah menetapkan kompetensi yang harus dicapai oleh lulusan, baru kemudian proses dan evaluasi pembelajaran,” ungkapnya, di hadapan ratusan guru di wilayah eks-karesidenan Semarang.

Budi pekerti

Apapun mata pelajaran yang diajarkan dalam Kurikulum 2013 punya kontribusi pada penambahan keterampilan dan pembenahan sikap peserta didik. Hal itu dirasa penting karena kebanyakan siswa saat ini kurang memahami penerapan budi pekerti di masyarakat.

Aplikasi dari kebijakan tersebut ditekankan pada alokasi waktu untuk pelajaran agama dan budi pekerti, dari 2 jam menjadi 4 jam per minggu.

Nuh menepis kebenaran anggapan selama ini jika ‘ganti menteri ganti kebijakan’. Menurutnya, perubahan itu terjadi karena adanya perubahan pola akademik, industri, dan sosial-budaya.

Dia juga menginstruksikan kepada kepala sekolah dan kepala dinas pendidikan di daerah supaya mendata siswa yang tidak mampu.  “Segera laporkan ke kementerian, jangan sampai ada anak tidak sekolah karena tak punya biaya,” katanya.

Sejalan dengan hal itu, Pelaksana Tugas (Plt) Rektor Unnes Dr Agus Wahyudin mengatakan, Unnes semenjak tahun 2008 telah mengalokasikan beasiswa bagi mahasiswa tidak mampu.

“Semenjak kepemimpinan Bapak Sudijono Sastroatmodjo, alokasi beasiswa selalu meningkat tiap tahun. Bahkan tahun ini Unnes mengalokasikan beasiswa Bidikmisi untuk 26 persen dari total keseluruhan mahasiswa baru,” ujar Dr Agus.


DIUNGGAH : Dhoni Zustiyantoro Dibaca : 22.321 kali
EDITOR : Dhoni Zustiyantoro

112 komentar pada “M Nuh: Kurikulum 2013 Tak Mengurangi Hak Guru

  1. apa ya ada TIK kok jadi ketrampilan .itu yang bodo itu sapa ya .komputer yang ada buat pajangan aja. hapus aja kur 13 itu ..nyatanya banyak yang berhasil dan berkualitas dengan kurikulum yang dulu

  2. bagaimana cara memasukkan JJM pelajaran bahasa Jawa untuk Tahun Pelajaran 2014/2015, apa untuk kelas 9 dimasukkan 2 jam dan kelas 7 dimasukkan 1 jam

  3. Bapak M.nuh,saya heran dengan isi otak anda.negara2 lain dalam hal it sangat d perkuat….toh kenapa d indonesia di larang untk mempelajari tik…sebenr nya ap yg ad d otak anda.?? Apakah anda pernh msauk ke sekolah2 pelosok negri??? Anak2 negri ini tidak semua nya mampu beli yg nama nya leptop atau komputer untk merka bljr sendri.dan aneh nya anda itu menghapus kan tik dri mata pelajaran d sekolah anda telah memenggal bayak masa depan anak bangsa.anda bayangkan berapa ribu anak bangsa yg kuliah mengambil jurusa p.tik???

  4. Bapak M.nuh,saya heran dengan isi otak anda.negara2 lain dalam hal it sangat d perkuat….toh kenapa d indonesia di larang untk mempelajari tik…sebenr nya ap yg ad d otak anda.?? Apakah anda pernh msauk ke sekolah2 pelosok negri??? Anak2 negri ini tidak semua nya mampu beli yg nama nya leptop atau komputer untk merka bljr sendri.dan aneh nya anda itu menghapus kan tik dri mata pelajaran d sekolah anda telah memenggal bayak masa depan anak bangsa.anda bayangkan berapa ribu anak bangsa yg kuliah mengambil jurusa p.tik??? Kalau d liat2 komentar2 nuh to memang bodoh ya…..gaptek smua anak2 bangsa generasi muda.daripada kita gaptek mendingn mati aza kamu nuh bakok benr jadi org

  5. Saya lulusan pend.biologi.biologi jam disma dikurangi.ipa di smk di hapus.
    Budi pekerti lebih bagus. Tp siswa tdk diajarkan biologi/ipa.saya kawatir kelak smkin pintar mengeksploitasi alam, tdk ada aplikasi go green dlm kehdupan shari2.
    Dan penerapan kur 13 terlalu dini kalau dilihat dari penerapan. Tdk mempertimbangkan sekolah pinggiran dan luar jawa. Sungguh miris Indonesia. Semoga ganti menteri akan lbh baik lg.

  6. Yang bikin ruwet sertifikasi guru paralel bersamaan kurikulum 2013 tambah DAPODIK, dan saya lihat mereka yang terlibat di dlamnya berpacu untuk membuat aturan aturan baru yang justru memperberat guru dan berakibat guru makin frustasi dibuatnya,…. M.Nuh bertanggungjawab atas keruwetan tersebut….. dan salut bagi Mantan Mendikbud Bambang Sudibyo yang telah merintis Sergur sangat sederhana.

  7. Judul tulisannya M Nuh: Kurikulum 2013 Tak Mengurangi Hak Guru.
    Kenyataannya sekarang, banyak teman kami guru tik yang tidak cair tunjangan profesinya!
    Maukah bapak mantan menteri mempertangggungjawabkannya????

  8. Bapak Mantan Menteri Pendidikan Nasional.. tolong diperhatikan…. Nasib guru2 IPA pada smk Teknik. sekarang tidak lolos verifikasi berkas PPGJ, karena di Kur 13 tidak ada pelajaran IPA. apakah yg sperti ni dikatakan TIDAK MENGURANGI HAK HAK GURU. padahal mereka mengajar sudah lebiha dr 7 tahun… belum diangkat PNS, sekarang giliran akan mendapatkan tunjangan diganjal dengan sistem yg dibuat yg tidak menilik kebelakang…… dimana tanggung jawab bapak…. kasihan meraka punya keluarga…. sertidikasi adalah sesuatu yg ditunggu – tunggu selama ini utk menaikan kesejahteraan sbg seorang guru….. tolong kami bapak mantan menteri…..

  9. yg dipermasalahkan sertifikasi guru TIK , kmi aj yang belum sertifikasi , blum PNS,alias bakti truuuus 10 thun …. santai aja,… seharus nya yang dilihat guru yg sama sekali belum bergajiii,, jdi guru klo dinilai dari sisi materi nya alaaah gk ada apa 2 nya tu,,, tp nilai IBADAHnya bung yang diliat. ngapain mohon2 sma pak menteri yg sma derajat a dngan kita selaku manusia. kek gue donk enjoooyyy,.

  10. kurtilas sebenernya bagus siiiih, tapi tolong dong di revisi untuk jumlah jam mengajar dan kriteria penilaian siswa
    diwajibkan mengajar 24 jp/mgg, bahasa inggris 2jp/mgg, berarti mengajar 12 kels dimana jmlh siswa 36org/kelas
    jadi keseluruhan mengajar 432 siswa. padahal 1 tahun aja harinya hanya 365 hari, (belum dikurangi tanggal merah) gimana coba kami bisa menilai para siswa yang mana untuk kriteria penilaian seorang siswa aja sudah lebih dari 5 plus nilai siswa per KD….

    saya pernah mengajar 35jp/mgg = 7 kelas, namun karena tatap muka bisa 2x seminggu jadi bisa kenal siswa, dan juga kriteria penilaian gak banyak.

    parahnya akhir semester kmrn, mengajar 12 kelas plus jabatan wali kelas, berarti kudu ngisi raport dan sekalian remedial, dikejar jadwal pembagian raport yang mepet dan juga saya mau merayakan Natal ditambah 2 anak2 saya yg masih balita

    saya tdk mengungkit masalah sertifikasi, hanya saja di tahun ajaran baru nanti itu akan menjadi permasalahan yang sesungguhnya. karena sekolah akan kelebihan guru bidang studi yg saya ampu, tersedia 6 guru, namun untuk kurtilas hanya butuh 3 guru.

    tolong lah…. kalau jumlah jam pelajaran dikurangi, kriteria penilaian jangan seabrek gitu, ataw sebaliknya…. boleh saja kriteria penilaian siswa banyak, tp jampel jangan dikurangi

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

X