LP2M Unnes Dirikan Pusat Studi Sanitasi

Jumat, 14 Februari 2014 | 13:14 WIB


LP2M Unnes Dirikan Pusat Studi Sanitasi
setyo/humas

Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LP2M) Universitas Negeri Semarang (Unnes), mendirikan Pusat Studi Sanitasi. Program itu diresmikan bersamaan dengan seminar “Public Health Sanitation Promotion Sanitation”, Kamis (13/02), di Gedung LP2M Unnes kampus Sekaran.

Dokter Budi Laksono dari Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Tengah mengatakan, untuk membuat jamban baru bagi keluarga, hanya diperlukan satu buah kloset, satu sak semen, dan pasir kurang lebih 15 ember. “Juga batu belah yang lebih dari sepuluh ember dan besi beton cuma separuh lonjor saja sudah cukup,” katanya.

Menurutnya, kalau tak ada besi beton sekalipun, batang bambu bisa digunakan untuk membuat kloset. “Itu sudah cukup. Sehingga dengan stimulan yang bila dijumlah harganya tidak lebih dari Rp180 ribu, setiap keluarga bisa membuat jamban yang sehat untuk mereka sendiri,” ujar dr Budi yang juga pendiri Yayasan Wahana Bakti Sejahtera.

Prof Donald Stewart dari Griffith University Australia mengatakan, strategi utama untuk memotong siklus penyakit cacing adalah memastikan semua keluarga mempunyai jamban sehat. “Namun menyediakan jamban untuk seluruh keluarga adalah masalah besar karena pasti terbentur masalah pendanaan dan perilaku masyarakat,” ujarnya.

Dia mengatakan, diperlukan upaya sungguh-sungguh untuk merubah persepsi masyarakat supaya menggunakan toilet yang bersih dan sehat. “Jamban juga harus dipersepsikan tak harus mahal. Cukup yang sederhana dan sehat,” katanya.

Ketua LP2M Unnes Prof Dr Totok Sumaryanto menyatakan sangat mendukung program ini dan akan membentuk Kampung Total Jamban Keluarga dalam program Kuliah Kerja Nyata (KKN) Unnes.

“Setiap keluarga harus mempunyai jamban sehat. Nantinya, mahasiswa yang mengikuti KKN akan dibekali tentang pembuatan jamban keluarga sehat agar dapat diaplikasikan kepada masyarakat di wilayah KKN Unnes,” tandasnya.

Hal tersebu juga akan berdampak signifikan pada upaya memerangi berbagai sumber penyakit. “Semoga  langkah ini kelak menjadi gerakan yang dilakukan atas kesadaran bersama,” kata Prof Totok.


DIUNGGAH : Setyo Yuwono Dibaca : 2.072 kali
EDITOR : Dhoni Zustiyantoro

2 komentar pada “LP2M Unnes Dirikan Pusat Studi Sanitasi

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *