Rektor, Seleksi Mandiri Kesempatan Terakhir Masuk UNNES

Kamis, 15 Juni 2017 | 12:40 WIB


Rektor, Seleksi Mandiri Kesempatan Terakhir Masuk UNNES
Humas / Dok

Rektor UNNES, Prof Dr Fathur Rokhman MHum

Hasil Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN) 2017 sudah diumumkan, Selasa (13/6). Bagi mereka yang lulus, Rektor Universitas Negeri Semarang (UNNES) Prof Dr Fathur Rokhman MHum mengucapkan selamat.

Bagaimana dengan yang tidak lulus?

Jangan berkecil hati, menurut Rektor, Seleksi Mandiri Universitas Negeri Semarang (SM-Unnes), akan menjadi kesempatan terakhir bagi lulusan SMA atau yang sederajat meraih kursi di universitas berwawasan konservasi bereputasi internasional ini.

“Jangan sia-siakan kesempatan, daftarkan segera diri Anda di Kampus UNNES, PTN Unggul, berwawasan konservasi bereputasi internasional”, ajak Prof Fathur.

Rektor mengungkapkan, SM-UNNES adalah seleksi penerimaan mahasiswa baru jenjang D3 dan S1 yang diselenggarakan secara mandiri oleh UNNES dalam bentuk ujian tertulis dan/atau ujian keterampilan seni/olahraga.

“Yang bisa mengikuti seleksi ini lulusan SMA/MA/SMK atau yang sederajat tahun 2015, 2016, dan 2017,” ungkap Prof Fathur, di Rektorat Kampus UNNES Sekaran, Kamis (15/6).

Dikemukakan juga, pendaftaran secara online sudah dimulai 17 Mei sampai dengan 21 Juni melalui laman http://daftar.unnes.ac.id. Calon peserta dapat memilih salah satu kelompok ujian Sains dan Teknologi (Saintek), Sosial dan Humaniora (Soshum), atau Campuran (Saintek dan Soshum).

”Peserta berhak memilih maksimum dua program studi untuk kelompok ujian Saintek atau Soshum, dan maksimum tiga program studi (Saintek dan Soshum) untuk kelompok ujian Campuran,” paparnya.

Biaya seleksi peserta SM-UNNES Rp 250.000,00 (dua ratus lima puluh ribu rupiah) untuk kelompok ujian Saintek atau Soshum, dan Rp 300.000,00 (tiga ratus ribu rupiah) untuk kelompok ujian Campuran.

“Adapun peserta yang memilih program studi yang mensyaratkan ujian keterampilan seni/olahraga, membayar biaya uji keterampilan sebesar Rp 150.000,00 (seratus lima puluh ribu rupiah).” ujar Profesor Sosiolinguistik itu.


DIUNGGAH : Dwi Sulistiawan Dibaca : 1.004 kali
EDITOR : Dwi Sulistiawan

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

X