Lima Kabar Gembira di Hari Jadi ke-49

Sabtu, 29 Maret 2014 | 10:23 WIB


Lima Kabar Gembira di Hari Jadi ke-49
HUMAS/LINTANG HAKIM

Rektor Unnes Prof Dr Fathur Rokhman MHum menyampaikan laporan tahunan dalam puncak upacara Dies Natalis Unnes ke-49 di Auditorium Kampus Unnes, Sekaran, Sabtu (29/3).

Ada lima kabar gembira yang disampaikan Rektor Universitas Negeri Semarang (Unnes) Prof Dr Fathur Rokhman MHum dalam upacara puncak Dies Natalis ke-49. Kabar gembira itu menjadi pelengkap kebahagiaan civitas akademika di tengah prestasi yang telah dicapai selama  tahun 2013.

Pertama, peminat yang telah mendaftarkan diri dalam Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN) telah mencapai 45.000. Jika dibandingkan perguruan tinggi negeri eks-IKIP lain, peminat Unnes adalah yang tertinggi di Indonesia. Selain itu, Unnes cenderung menjadi pilihan pertama dengan rasioa 60:40. Para pendaftar itu berasal dari 33 provinsi di Indonesia. Bahkan, tahun ini sejumlah peminat berasal dari beberapa negara di Asia.

Kabar baik kedua, hingga hari ini pendaftar program Bidikmisi telah melampaui 15.000 orang, lebih banyak dari tahun lalu. “Data ini meneguhkan bahwa Unnes adalah kampus rakyat, kampus yang membuka pintu lebar-lebar bagi si miskin untuk belajar, attau surganya Bidikmisi. Komitmen Unnes untuk menyediakan setidaknya 20% bangku bagi si miskin akan terus dijaga. Bahkan persentasenya telah mencapai 26%.”

Kabar baik ketiga, program Professors Go to Schools yang dibidani Unnes telah sukses digelar dan mendapat respons positif dari berbagai kalangan, termasuk media. Karena itu, tahun ini program itu dilanjutkan ke program yang lebih luas jangkauannya, yaitu program Professors and Doctors Go to Schools.

“Melalui program ini, para profesor dan doktor Unnes akan mendampingi sekolah di 35 provinsi di Jawa Tengah yang mengimplementasikan Kurikulum 2013 sekaligus menginspirasi calon generasi emas. Secara resmi, program ini telah diresmikan Bapak Wamendikbud, Sabtu 15 Maret 2014 lalu, di kampus Sekaran,” katanya.

Kabar baik keempat, Unnes telah sukses mengimplementasikan program doktorisasi dosen dengan dana Islamic Development Bank (IDB) 2013.  Ada 16 dosen yang saat ini belajar S3 di Australia, Cina, Jepang, Inggris, Mesir, dan Selandia Baru. Unnes akan memanen doktor ini mulai tahun 2016. Dan kami yakin, mereka akan menjadi barisan baru yang mendukung pencapaian visi internasional Unnes pada 2020.

Kabar baik kelima, kini Unnes merancang kurikulum internasional. Pada 2015 nanti akan ada 10 program studi yang akan menggunakan kurikulum internasional.

“Kurikulum internasional adalah aspek penting universitas internasional, selain  akreditasi program studi secara internasional, proses belajar mengajar berstandar internasional, serta didukung teknologi informasi dan komunikasi,” terang Rektor.


DIUNGGAH : Rahmat Petuguran Dibaca : 3.755 kali
EDITOR : Sucipto Hadi Purnomo

25 komentar pada “Lima Kabar Gembira di Hari Jadi ke-49

  1. Sebuah prestasi yang luar biasa untuk Universitas Negeri Semarang, prestasi ini merupakan buah kerjasama seluruh civitas akademika dimulai dari Prof Dr Fathur Rokhman MHum sebagai rektor yang membawa perubahan dan keberanian, para pembantu rektor, staff, dekan, dosen, karyawan, dan tentunya tidak lupa seluruh mahasiswa dari semua angkatan, di hari yang spesial ini seluruh masyarakat Unnes berdoa Unnes tambah prestasi dan maju.

  2. Sebagai alumni saya bangga sekali Unnes yang sekarang beda dengan yang dulu, Unnes sekarang melaju pesat dan banyak prestasi yang diraih, sebagai almuni saya berpesan pada adik-adik yang masih kuliah bersyukur lah bisa masuk di Unnes, manfaatkan waktu untuk menimba ilmu di kampus KONSERVASI,

  3. untuk memulai langkah baru harus dimulai dengan keyakinan dan kepercayaan yang kuat, unnes telah berusaha memberikan pelayanan prima untu bangsa, harapan kami visi internasionalisasi dapat diimbangi dengan kualitas diri di segala aspek, insyaAllah kedepan unnes akan lebih melesat jauh menjadi garda terdepan pendidikan di Indonesia…harapn itu akan terus kami panjatkan, semoga….

  4. sedikit koreksi
    sekolah di 35 provinsi di Jawa Tengah yang mengimplementasikan Kurikulum 2014.
    yang benar
    35 kabupaten/kota dan kurikulum 2013.

    salam konservasi

  5. 35 kab/kota di provinsi Jawa Tengah, Kurikulum 2013.
    Provinsi kok minum provinsi……Kurikulum 2013 saja belum ada yg melaksanakan, lha kok Kurikulum 2014, kurikulum mana pula ini……..
    Selamat HUT ke-49 IKIP-Unnes, usiamu tidak muda lagi…..

  6. Selamat atas capaian yg telah diraih. Namun selain kabar gembira, ada pula kabar duka di penghujung tahun 2013, dg dikeluarkannya perpres 88/2013. Saya tergelitik saat pak menteri orasi. Mengapa yg selalu ditonjolkan APK? Kemudian mengapa kita selalu berorientasi pd banyaknya jml mahasiswa. Jml penerimaan mahasiswa ditingkatkan tetapi jml dosen tidak. Yg terjadi adalah rombel yg kelebihan beban. Akibatnya, kualitas jadi dipertanyakan.

  7. Salut buat Unnes! Namun penggunaan istilah “si miskin” cenderung melecehkan.
    Komputerisasi presensi mohon jangan setengah-setengah, ini gagasan baik yang wajib dilanjutkan.
    Maju terus!

  8. Selamat kami dari PGSD turut bangga mendengarnya, sehingga jurusan kami yang terpisah ini dapat menikmati dampak kemajuan unnes yang sangat luar biasa ini :)

  9. selamat dan doa sy tujukan khusus utk para pengelola beasiswa Bidik Misi. Selama ini telah terbukti, sukses membina dan mengembangkan potensi para mahasiswanya. @pak_alam..two thumbs up.

  10. Alhamdulillah….ikut berbesar hati menjadi bagian dr kesukesan unnes point k empat…doakan kami selesai tepat waktu dan kembali berkarya buat kapus tercinta…thx so much for IDB unnes….

  11. Selama dies natalis Unnes ke 49, semoga semakin tambah maju dan selamat juga atas berbagai prestasi yang telah diraih. Semoga bisa lebih berprestasi lagi..

  12. Selamat dies natalis Unnes ke 49, semoga semakin tambah maju dan selamat juga atas berbagai prestasi yang telah diraih. Semoga bisa lebih berprestasi lagi..

  13. Sedikit miris jika saudaraku teman2 dipanggil “Si Miskin”.. bisa di ubah saudara-saudara yang miskin, terlalu jatuh harkat martabat jika terus di julukan panggilan “SI MISKIN”
    saya berpikir bahwa tidak ada satu orangpun yang mau hidup miskin dengan derajat itu.. olehnya kata SI MSIKIN bisa gk di ganti dengan Saudaraku yang Miskin

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

X