Lima Dalang Unnes Bawakan Lakon Banjaran Gatotkaca Dan Cahya Ndhadari

Rabu, 16 Desember 2015 | 22:08 WIB


Lima Dalang Unnes Bawakan  Lakon  Banjaran Gatotkaca Dan Cahya Ndhadari
HUMAS/BURHAN

Banjaran Gathotkaca yang mengisahkan cerita secara kronologis kehidupan Gathotkaca mulai dari menjelang kelahiran, lahir, masa kecil, masa muda, sampai dia berhasil menikah dengan dewi Pergiwa hingga gugur di perang Bharatayudha, dipentaskan oleh lima dalang Unnes. Lakon Banjaran Gathotkaca dibawakan dalam rangka ulang tahun ke-7 Jurusan Bahasa dan Sastra Jawa FBS Unnes dan rangkaian kegiatan Gebyar Jawa. Pentas wayang kulit semalam suntuk tersebut digelar di Gedung B6 FBS Unnes. Rabu, (16/12).

Ki Widodo selaku penggagas kegiatan mengatakan, acara wayangan dibuka dengan pakeliran padat satu jam oleh dalang muda Ki Didik Supriyadi (dosen) dan Ki Marsudi Wahyu Nugroho (Mahasiswa) dengan lakon Cahya Ndhadhari. Pakeliran sedalu natas lakon Banjaran Gathotkaca dimainkan oleh tiga dalang pengpengan yang juga dosen Jurusan Bahasa dan Sastra Jawa FBS Unnes. Tiga dalang tersebut yaitu Ki Widodo Sarudiningrat, Ki Prof Teguh Supriyanto, dan Ki Sayuti Anggoro.

Menurut Prof Teguh Supriyanto yang malam itu bertindak sebagai dalang mengatakan, lakon banjaran merupakan lakon yang pas untuk acara ulang tahun dan serah terima jabatan. “Banjaran sendiri berarti urut-urutan/ kronologis atau bisa disebut juga perjalanan hidup seorang tokoh dalam wayang. Hampir semua ksatria Pandawa ada lakon banjarannya, dengan ditambah seorang ksatria Kurawa yang meskipun di pihak Kurawa, banyak hal yang bisa kita teladan dari kehidupannya, ksatria itu adalah Karna. Banjaran Gathotkaca mengisahkan cerita secara kronologis kehidupan Gathotkaca mulai dari menjelang kelahiran, lahir, masa kecil, masa muda, sampai dia berhasil menikah dengan dewi Pergiwa hingga gugur di perang Bharatayudha karena pusaka senjata kuntha yang dimiliki raden Karna”, ungkah Prof teguh Supriyanto.

Masing-masing dalang dalam pertunjukan wayang ini memiliki gaya khas. Lima dalang saling beradu piyawai, menampilkan sabetan, guyonan, dan gaya tutur penceritaan. Pentas wayang menjadi gayeng karena didukung oleh pengrawit dari paguyuban Sekar Dhomas Unnes dan sinden-sinden idola Unnes seperti Desi, Anis, Febri,dan Maya.

Hadir menyaksikan gelaran wayang Wakil Rektor Bidang Kemahasiswan Dr Bambang Budi Raharjo MSi, Dekan FBS Prof Dr Agus Nuryatin, Dekan FE Dr Wahyono MM, Wakil Dekan Bidang Administrasi Umum dan Kepegawaian FBS Prof Dr Muhammad Jazuli MHum, Wakil Dekan Bidang Kemahasiswaan FBS Drs Syahrul Syah Sinaga MHum dan beberapa dosen di lingkungan Unnes.


DIUNGGAH : Muhamad Burhanudin Dibaca : 825 kali
EDITOR : Muhamad Burhanudin

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *