Konservasi Itu Bijak dan Peduli

Senin, 25 Maret 2013 | 10:36 WIB


Konservasi Itu Bijak dan Peduli
Humas/ Sihono

Konservasi mengandung setidaknya dua pelajaran karakter utama yakni bijak dan peduli. Bijak mencapai kemaslahatan tanpa merugikan dan peduli menempatkan diri menjadi bagian lingkungan dengan kesadaran bahwa semua memiliki dampak bagi lingkungan dan orang lain.

Demikian disampaikan Rektor Universitas Negeri Semarang (Unnes) Prof Sudijono Sastroatmodjo dalam paparan di Politeknik Negeri Semarang (Polines) beberapa waktu yang lalu.

Dalam paparan yang diawali dengan penandatanganan nota kesepahaman antara Unnes dan Polines, Prof Sudijono Sastroatmodjo menjelaskan mengenai penemuan jati diri Unnes sebagai Universitas Konservasi.

“Konsep konservasi kami dapat atas dasar kesadaran mengenai perlindungan, pengawetan, dan pemanfaatan terhadap sumberdaya alam dan budaya luhur bangsa,” katanya di hadapan ratusan audiens dari staf pengajar maupun mahasiswa Polines.

Aktivitas Konservasi

Kesadaran itu harus diimbangi implementasi yang nyata, lanjut dia, seperti kebijakan yang telah diterapkan di Unnes misal green transportation, sistem informasi online, rumah kompos, paper less dan masih banyak lainnya.

Tidak hanya konservasi di dalam lingkungan kampus, peneguhan sebagai Universitas Konservasi juga kami buktikan di luar kampus dengan melakukan penanaman serta bakti sosial terhadap lingkungan di berbagai daerah.

“Kami berupaya untuk menanamkan nilai Konservasi bukan hanya untuk kampus, tapi juga untuk Indonesia,” tandasnya.


DIUNGGAH : Agestia Putri Nusantari Dibaca : 1.079 kali
EDITOR : Dhoni Zustiyantoro

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *