Konsep Dulu, Modal Nomor Sekian

Senin, 21 November 2011 | 5:45 WIB


Konsep Dulu, Modal Nomor Sekian
AGUS/HUMAS

Dr Kaharudin Djenod Meng

Untuk memulai bisnis berbasis teknologi atau technopreneuship, nomor satu yang harus disiapkan adalah konsep, bukan modal yang berupa uang atau harta benda.

Demikian disampaikan Dr Kaharudin Djenod Meng, direktur utama PT Terafulk Megantara Design dalam acara Seminar Nasional Technopreneurship The Future of Technopreneurship: Is it promising?”, Sabtu (19/11) di gedung B6 Fakultas Bahasa dan Seni (FBS) Unnes. Acara ini diselenggarakan oleh Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Rekayasa ilmu pengetahuan dan teknologi (Riptek) Unnes.

“Untuk bisnis yang berbasis teknologi ini, pertama yang harus disiapkan adalah konsep bukan yang lainya. Soal modal itu nomor sekian. Karena jika tidak ada konsep maka uang yang kita gunakan sebagai modal nantinya akan habis,” katanya.

Setelah konsep Anda bener-bener matang, lanjut Dr Kaharudin, yang harus disiapkan terpenting nomor dua adalah kemampuan berkomunikasi. “ Baru setelah itu menuju ilmu keuangan atau ekonomi untuk mengelola modal dan keuangan.”

Pakar technopreneurship-penemu knalpot muffler Dr Muhammad Nur DEA juga menjelaskan, berbeda dari entrepreneurship, selain mempunyai kesamaan yaitu peduli profit, pengusaha technopreneurship juga harus peduli teknologi untuk mendapatkan profit. “Peduli teknologi itu meliputi, riset yaitu pengembangan ide invensi menjadi solusi teknis teruji, dan pengemasan teknologi termasuk di dalamnya persiapan komersialisasi, pendaftaran Hak Kekayaan Intelektual (HKI) dan preparation atau uji pasar,” katanya.

Ketua panitia Gilang Muhammad Bintang mengatakan, dengan diadakanya acara ini diharapkan mampu memberikan kontribusi dalam menciptakan iklim yang membudaya terkait technopreneurship di kalangan mahasiswa Unnes maupun umum.


DIUNGGAH : Agus Setyo Purnomo Dibaca : 2.432 kali
EDITOR : Agus Setyo Purnomo

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

X