Ki Manteb: Wayang Tak Usah Muluk-muluk

Sabtu, 31 Maret 2012 | 9:32 WIB


Ki Manteb: Wayang Tak Usah Muluk-muluk
AGUS/HUMAS

Mempergelarkan wayang kulit, dalang hendaknya tak usah muluk-muluk. Cerita yang disanggit sedapat mungkin memiliki alur yang mudah dipahami oleh penonton zaman sekarang. Tak lagi sama dengan dahulu.

Saiki wis beda karo jaman biyen, wayang kudu nut jaman kalakone. Kepiye carane para mudha isa tetep sinau wayang, tanpa ngowahi pakem lan tujuwane (Sekarang sudah beda dengan zaman dahulu, wayang harus mengikuti perkembangan zaman. Bagaimana caranya generasi muda tetao belajar wayang, tanpa merubah pakem dan tujuannya),” ujar Ki Manteb Soedharsono, saat adegan limbukan pada pergelaran wayang kulit “Sri Boyong”, Jumat (30/3), di universitas konservasi.

Saat adegan jejer misalnya, dia mengatakan, dirinya tidak lagi menggunakan janturan yang panjang. Masyarakat sekarang yang menginginkan semuanya serba cepat, membuat pergelaran wayang pun harus menyesuaikan.  “Mula aku wis ora tau nggambarake negara sing gemah ripah loh jinawi, mengko mundhak diguyu sing nonton (Makanya saya tak pernah lagi menggambarkan negara yang gemah ripah loh jinawi, nanti malah ditertawakan para penonton),” kelakarnya dihadapan ribuan penonton yang memadati parkir belakang auditorium Unnes malam itu.

Ki Manteb juga menyoroti maraknya aksi demo mahasiswa yang menentang kenaikan bahan bakar minyak (BBM). Menurutnya, boleh saja menyampaikan aspirasi, namun hendaknya disampaikan dengan cara yang membudaya. “Kabeh isa dilakoni ing negara demokrasi, nanging yen ngerti dijiwit kuwi lara, ya aja nglarani liyane (Semua bisa dilakukan di negara demokrasi, tapi kalau tau rasanya dicubit itu sakit, maka jangan menyakiti orang  lain),” kata “dalang setan” itu.


DIUNGGAH : Dhoni Zustiyantoro Dibaca : 2.817 kali
EDITOR : Dhoni Zustiyantoro

4 komentar pada “Ki Manteb: Wayang Tak Usah Muluk-muluk

  1. …unnes pancen manteb !! konservasi pancen oyee, hidup pak Dalang !! Dirgahayu 6o th UNNES, semoga semakin berkibar kejayaanmu, yang merupakaan kebanggaan kita semua.

  2. sangat berkesan sekali saat bisa menonton langsung cerita wayang dengan lakon SRI BOYONG yang di dalangi oleh Ki Manteb Sudharsono di UNNES…..

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

X