Kepala PSGA Unnes ; Pembangunan Ibu dan Anak Perlu Dukungan Data dan Informasi.

Rabu, 27 April 2016 | 15:58 WIB


Kepala PSGA Unnes ; Pembangunan Ibu dan Anak Perlu Dukungan Data dan Informasi.
Humas / Dok

Kepala Pusat Studi Gender dan Anak (PSGA) Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LP2M) Unnes, Evi Widowati SKM Mkes menilai bahwa pembangunan ibu dan anak perlu dukungan data dan informasi.

“Tantangan pembangunan ibu dan anak saat ini adalah masih kurangnya dukungan data dan informasi, khususnya dalam mendukung proses perencanaan,” terang Evi dalam Pelatihan Analisis   Situasi Ibu dan Anak (ASIA)  Tingkat  Lanjutan  bagi Aparatur Perencana Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) Kabupaten Grobogan,  Senin-Rabu (25-27/4) di  Ruang Rapat Bappeda Grobogan.

“Seringkali data yang ada masih lemah validitasnya, tidak terjaga data series-nya, dan tidak mampu memotret realitas sesungguhnya, serta jauh dari kebutuhan perencanaan,” imbuh Evi yang Juga dosen Ilmu Kesehatan Masyarakat itu.

Evi berharap pelatihan yang diselenggarakan oleh Bappeda Kabupaten Grobogan ini membantu meningkatkan kapasitas aparatur pemerintah daerah dan pentingnya bersinergi antara pemangku kepentingan terkait dalam melakukan analisis situasi daerah.

“Analisis situasi daerah itu dilakukan untuk kebutuhan penyusunan dokumen perencanaan pembangunan yang berkaitan dengan pembangunan sumberdaya manusia,” jelasnya.

Dari kegiatan ini, menurut Evi  akan ditindaklanjuti  dengan kerja sama antara LP2M Unnes dengan pemerintah Kabupaten Grobogan terkait pendampingan menuju Kabupaten Layak Anak.

 


DIUNGGAH : Dwi Sulistiawan Dibaca : 627 kali
EDITOR : Rahmat Petuguran

3 komentar pada “Kepala PSGA Unnes ; Pembangunan Ibu dan Anak Perlu Dukungan Data dan Informasi.

  1. Pemerintah dan lembaga masyarakat telah melakukan berbagai program dalam upaya meningkatkan pembangunan sumberdaya manusia, salah satunya menyangkut kesejahteraan ibu dan anak. Namun seperti yang telah dijelaskan oleh Evi Widowati SKM Mkes, bahwa sering tidak adanya data yang valid, memadai, dan informatif. Tentu ini akan memperlambat program-program yang akan dilaksanakan.
    Maka dari itu dibutuhkan kerjasama pemerintah dan masyarakat itu sendiri. Pemerintah dengan memberikan sosialisasi yang jelas kepada masyarakat. Masyarakat juga harus memberikan umpan balik, mensukseskan program dengan melakukan intruksi-intruksi yang diperintahkan dan mau mengisi data-data dengan jelas apabila diperlukan. Sehingga akan tercapainya tujuan yang diharapkan selama ini.

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *