Kamis, Anugerah Sastra Rancage Diberikan

Rabu, 23 Mei 2012 | 15:02 WIB


Penganugerahan Sastra Rancage 2012 diberikan kepada sastrawan Sunda, Jawa, dan Bali, Kamis (24/5) pukul 09.00 di auditorium Universitas Negeri Semarang (Unnes) kampus Sekaran.

Sucipto Hadi Purnomo, dosen Jurusan Bahasa dan Sastra Jawa Fakultas Bahasa dan Seni (FBS) Unnes adalah salah satu penerima anugerah itu. Sucipto dinilai berjasa dalam bidang sastra Jawa.

Semenjak 1989, Anugerah Sastra Rancage diberikan kepada orang yang dianggap berjasa dalam bidang sastra daerah. Penganugerahan ini secara khusus diberikan oleh Yayasan Kebudayaan Rancage yang dibina oleh Ajip Rosidi. Selam kurun waktu itu pula yayasan ini berupaya memberi perhatian kepada bahasa dan sastra daerah di tengah derasnya arus globalisasi.

Penghargaan ini terbagi menjadi dua, yakni bidang karya dan bidang jasa. Tahun ini, untuk karya dalam bahasa dan sastra Jawa, penghargaan juga diberikan kepada Yusuf Susilo Hartono dengan buku kumpulan puisi Ombak Wengi terbitan Elmatera, Jakarta. Dalam catatan juri Rancage, selama tahun 2011, terbit 14 judul buku dalam bahasa Jawa, namun ada 4 judul yang tidak dinilai karena merupakan cetak ulang. Penghargaan juga diberikan untuk sastrawan Sunda dan beberapa sastrawan daerah lainnya.

Sedangkan dalam bidang jasa, Yayasan Rancage menganggap Sucipto Hadi Purnomo punya andil besar. Hal itu karena aktivitas kepenulisannya, baik dalam bahasa Jawa maupun dalam bahasa Indonesia punya pengaruh dalam jagat sastra Jawa. Kecuali menulis karangan tentang kebudayaan, tentang pendidikan, dan feature, dia juga menulis guritan dan lakon ketoprak.

Karangan dosen yang juga Kepala UPT Humas Unnes ini tersebar dalam surat kabar dan majalah seperti Suara Merdeka, Kompas, Panjebar Semangat, Damar Jati, Jayabaya, dan lain-lain. Cerita bersambungnya dalam bahasa Jawa dialek Pati berjudul Saridin Mokong dimuat dalam Suara Merdéka edisi Muria lebih dari 500 kali muat dan judul itu kemudian dijadikan nama kesebelasan Persipa Pati: Laskar Saridin Mokong. Di samping itu Sucipto menulis buku Wong Jawa (kok) Ora Ngapusi (2008), Belajar Dusta di Sekolah Kita (2008), Ketoprak: Siasat Hidup di Antara Tradisi dan Modernitas (akan terbit).

Sucipto juga pernah menjadi penanggung jawab atau pemimpin redaksi tabloid Yunior-Suara Merdeka, koordinator redaktur bahasa, dan pengelola rubrik budaya Sang Pamomong di surat kabar yang sama. Sucipto juga menulis artikel kebudayaan di rubrik tersebut hampir setiap minggu semenjak 1999 hingga 2011. Ia juga memprakarsai Lembaga Kajian dan Pengembangan Pendidikan, Komite Jurnalis untuk Pendidikan, dan menjadi Sekretaris Forum Bahasa Media Massa Jawa Tengah.

Adapun penerima lain, dalam bidang sastra Bali, yakni Komang Adnyana dengan karya kumpulan cerpen Metek Bintang dan I Made Sugianto dalam bidang jasa. Selain itu dalam sastra Sunda, anugerah diberikan kepada Acep Zamzam Noor atas kumpulan sajak Paguneman, dan Eti RS dalam bidang jasa.


DIUNGGAH : Dhoni Zustiyantoro Dibaca : 2.282 kali
EDITOR : Dhoni Zustiyantoro

10 komentar pada “Kamis, Anugerah Sastra Rancage Diberikan

  1. Selamat dan sukses kepada Bapak Sucipto Hadi Purnomo, kami bangga menjadi mahasiswa Bahasa dan Sastra Jawa Unnes.
    Berkaryalah terus para Sastrawan!
    Semoga kelak kami menjadi generasi penerus selanjutnya yang mengikuti jejak para Sastrawan baik dalam karya Sunda, Jawa, dan Bali yang mendapat Anugerah Sastra Rancage. Amin.

  2. Selamat kepada Kelega, teman, dan sahabat saya, Bapak Sucipto Hadi Purnomo, dosen Jurusan Bahasa dan Sastra Jawa Fakultas Bahasa dan Seni (FBS) Unnes, Kepala UPT Humas Unnes, sebagai salah satu penerima Anugerah Sastra Rancage 2012. Kami warga Unnes merasa ikut bangga dengan terpilihnya Bapak sebagai penerima penghargaan yang bergengsi ini. Semoga penghargaan ini kian menambah semangat Bapak dalam mengabdi untuk kemajuan Bangsa pada umumnya dan kemajuan Sastra pada khususnya. Salam konservasi.

  3. selamat dan sukses pak cip,semoga ke depan karya-karyanya semakin bertambah banyak, agar dapat dibaca dan sebagai tuntunan bagi para kawula muda. sukses selalu,,,,,

  4. Selamat untuk Saudara kita tercinta, Kang Cip Hape; anda memang pantas dan (sangat) layak menerima anugerah SASTRA RANCAGE ini. Semoga menjadi teladan dan akan jadi pemicu semangat juang “sastrawan2 muda” di Bumi Konservasi ini…..

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

X