Jadi Khatib di MUA, Menristekdikti: Ilmu Pengetahuan Penting Diimbangi Keimanan

Jumat, 27 Januari 2017 | 13:00 WIB


Jadi Khatib di MUA, Menristekdikti: Ilmu Pengetahuan Penting Diimbangi Keimanan
HUMAS/DWI HERMAWAN

Setelah memberikan kuliah umum dalam Pembukaan Dies Natalis ke-52 Universitas Negeri Semarang (UNNES), Menristekdikti Prof H Mohammad Nasir menjadi khatib dan imam dalam salat Jumat  di Masjid Ulul Albab (MUA).

Dalam khotbahnya, ia mengajak jamaah untuk terus meningkatkan kapasitas ilmu pengetahuan. Ia mengajak agar dosen dan mahasiswa mengimbangi penguasaan ilmu pengetahuan dengan keimanan dan ketaqwaan.

Ia kembali mengingatkan bahwa Allah menjanjikan derajat yang lebih tinggi bagi orang-orang berilmu. Oleh karena itu, ajaknya, umat Islam perlu terus membaca.

Untuk bisa menjadi seorang yang berilmu dan beriman, lanjunya, seseorang harus menuntut ilmu sejak dari lahir hingga akhir hayatnya dengan penuh kesungguhan.

Dengan ilmu, seseorang akan bisa membedakan mana yang benar dan yang salah. Orang yang berilmu akan menjadi seorang ulil albab (orang yang berpikir).

“Ciri-ciri ulil albab (orang-orang yang berpikir) antara lain selalu berpikir dan ingat kepada Allah, terus menimba dan mendalami ilmu,  berpikir kritis serta mempertahankan kebenaran,” katanya.

Reporter: Dwi Hermawan (student staff)

 


DIUNGGAH : Rahmat Petuguran Dibaca : 389 kali
EDITOR : Rahmat Petuguran

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *