Prof Hardi: Hidup Itu Butuh Tahu Matematika

Senin, 25 November 2013 | 13:56 WIB


Prof Hardi: Hidup Itu Butuh Tahu Matematika
ROHMA/HUMAS

Giliran pakar filsafat matematika Prof Dr Hardi Suyitno MPd yang “turun gunung”. Kali ini, profesor Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Universitas Negeri Semarang (Unnes) itu datang untuk berinteraksi dengan guru serta Siswa di MTs Asy Syarifah Mranggen Demak.

Kahadiran Prof Hardi, Senin (25/11), sebagai bagian dari program Professors Go to Schools. Hadir tak hanya membawa kegembiraan dan semangat bagi sekira 260 siswa dan 20 guru, tetapi sekaligus menginspirasi mereka. Terutama dalam konsteks implementasi Kurikulum 2013.

Di ruang kelas, di hadapan tiga puluhan siswa, Prof Hardi bertanya, “Apakah hidup itu butuh matematika?”

Tanpa menunggu jawaban siswa, Prof Hardi menyambung, “Sangat butuh.”

Mengapa? “Sebagai contoh orang shalat, ia harus tahu matematika. Shalat magrib tiga rakaat, shalat isya empat rakaat. Kalau tidak tahu matematika, khususnya berhitung, tidak akan benar dalam mengerjakan shalat. Jadi, hidup itu butuh tahu matematika,” katanya.

Tak lupa mantan DEkan FMIPA Unnes itu memotivasi siswa untuk selalu berusaha, berdoa, dan belajar dengan sungguh-sungguh. “Kelak di antara kalian ada yang kuliah di Unnes, Universitas Gadja Mada, Universitas Indonesia, dan sebagainya. Setelah berhasil studi, ada yang jadi dosen, ahli hukum, ekonom, ustad atau kiai,” ujarnya.

Kepala MTs Asy Syarifah, Ulin Nuha SS mengatakan, kehadiran profesor sambut dengan gembira oleh guru dan siswa. “Ini langkah awal yang positif untuk selalu menjalin kerja sama dengan profesor. Kami berharap program ini berkesinambungan untuk mendampingi kami,” katanya.

Untuk membangun sinerge, pihaknya akan mengadakan seminar khusus tentang implementasi Kurikulum 2013 bagi guru MTs se-Kecamatan Mranggen Demak, Minggu 1 Desember 2013 pukul 08.00 di Aula MTs Asy Syarifah Mranggen. Narasumbernya Prof Dr Hardi Suyitno MPd.


DIUNGGAH : Rohmawati Dibaca : 2.273 kali
EDITOR : Rohmawati

15 komentar pada “Prof Hardi: Hidup Itu Butuh Tahu Matematika

  1. Saya jadi ingat pernah dimarahi oleh Prof. Hardi, meski saya dari jurusan Fisika. Saya yakin, marah beliau adalah wujud kasih sayang kepada anak didiknya. Terima kasih, prof.

  2. Suatu hari di kampus IKIP Yogyakarta, tersebut lah mahasiswa bernama Hardi. Bersama rekan-rekan satu gengnya, ia mendeklarasikan sebuah janji: tak bakal menyontek. Pilihan mulia itu membawa risiko: nalainya kerap jeblok. Ia bahkan harus mengulang kuliah beberapa kali. Tapi, dengan langkah itu, ia baru saja melayakan dirinya untuk diteladani anak, cucu, dan siapa pun. Mksh insiprasinya, Prof…

  3. semoga dosa-dosa saya kepada Pak Ahmad Nurkhin yg sekarang dosen FE UNNES dimaafkan Allah SWT……menurut logika matematika “Jika Pak Ahmad Nurkhin tidak saya marahi, maka Pak Ahmad Nurkhin tidak menjadi dosen FE UNNES”….gak percaya dg pernyataan ini, silahkan tanya ke pak Ardhi Prabowo……

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

X