Hari Ini, Senat dan Menteri Pilih Rektor Unnes

Senin, 29 September 2014 | 8:21 WIB


Senat Universitas Negeri Semarang (Unnes) bersama Menteri Pendidikan dan Kebudayaaan (Mendikbud) atau utusannya akan memilih Rektor Unnes, Senin (29/9) hari ini.

Tahap pemilihan merupakan kelanjutan dari tahap penjaringan dan penyaringan yang telah dilaksanakan sebelumnya.

Ketua Pemilihan Rektor Unnes Hendi Pratama MA mengatakan, jadwal pemilihan diajukan. Sebelumnya panitia menjadwalkan pemilihan dilaksanakan pada Kamis (2/10). Namun, atas permintaan Kemdikbud pemilihan dilaksanakan hari ini.

“Pengajuan ini kami sesuaikan dengan permintaan Mendikbud. Barangkali supaya pemilihan di Unnes bisa dilaksanakan bersamaan dengan Undip,” katanya.

Dalam proses penyaringan, Senat Unnes telah memilih 3 calon rektor, yakni Dr Edy Cahyono MSi (Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam), Prof Dr Fathur Rokhman MHum (Fakultas Bahasa dan Seni), dan Prof Dr Masrukhi MPd (Fakultas Ilmu Sosial).

“Pemilihan akan dimulai pada siang hari, yakni pukul 14.00 WIB. Menteri atau utusannya mungkin ke Undip terlebih dahulu,” lanjut Hendi.

Civitas akademika dapat menyaksikan proses pemilihan ini secara streaming melalui  http://tv1.unnes.ac.id/stream/


DIUNGGAH : Rahmat Petuguran Dibaca : 2.358 kali
EDITOR : Rahmat Petuguran

7 komentar pada “Hari Ini, Senat dan Menteri Pilih Rektor Unnes

  1. Wahai para sahabat dan handai taulan yang dirahmati Allah. mari kita berdoa bersama agar babak akhir pemilihan Rektor Unnes kita tercinta, mendapat pemimpin yang amanah dan mensejahterakan warganya. Tidak usahlah terlalu menengok ke belakang tapi mari kita tatap ke depan saja. Jalan di depan masih panjang dan berliku. Niscaya kalau kita lalui dengan komitmen yg tinggi, saling menghormati dan guyub, diniatkan sebagai ibadah……..mudah2an semua yg akan kita lakukan dirahmati Allah, percayalah bahwa Tuhan akan membuat Unnes Indah pada waktunya.

  2. Proses pemilihan ini diharapkan tidak hanya untuk melahirkan yang menang dan yang kalah. Siapapun yang memimpin, dia berkewajiban merangkul segenap pihak untuk bisa mengeluarkan kemampuan terbaiknya bagi pengembangan Unnes di masa kini dan yang akan datang. KIta tidak boleh mengesampingkan begitu saja “masa lalu”, karena bagimanapun juga itu merupakan “hal yang ada”. Jadikan itu sebagai “jalan hikmah” untuk mewujudkan diri sebagai pribadi bijaksana. Semoga Allah merahmati Unnes dan para manusianya, amiin…

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

X