Gubernur Bibit Waluyo: UN sebagai Tolok Ukur

Kamis, 18 April 2013 | 14:36 WIB


Gubernur Bibit Waluyo: UN sebagai Tolok Ukur
SIHONO/HUMAS

Sampai hari keempat ini kondisi pelaksanaan UN berjalan dengan lancar, tertib, aman, dan baik. Mudah mudahan anak-anak kita bisa memperoleh prestasi yang sebaik-baiknya. Saya ucapkan terima kasih kepada pengawas dan Bapk/Ibu guru atas pelaksanaan UN 2013 ini.

Hal itu disampaikan Gubernur H Bibit Waluyo saat mengunjungi Ujian Nasional (UN) di SMA Islam Sultan Agung 1 Jalan Mataram Kamis (18/4). Kunjungan juga dilakukan di SMK 2 Jalan Dr Cipto Semarang.

Turut pula pada kunjungan PR 4 Unnes Prof Fathur Rokhman sebagai Penanggung Jawab Bidang Pengawas Pelaksanaan UN, PR III Unnes Prof Masrukhi sebagai Penanggung jawab Bidang Pengawasan Percetakan dan Distribusi Naskah, Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Tengah (Jateng) Nurhadi Amiyanto MPd dan pejabat terkait di lingkungan Dinas Pendidikan.

“UN ini menurut pendapat saya sebagai capaian tolok ukur dan evaluasi tolok ukur sampai sejauh mana sumber daya manusia yang kita miliki. Sehingga kelak, menjadi suatu upaya peningkatan standarisasi kemampuan seluruh anak didik kita se Indonesia,” kata Gubernur Jawa Tengah.

Evaluasi itu, kata Bibit Waluyo bisa digunakan untuk penyempurnaan kurikulum, menambah sarana prasarana, meningkatkan kualitas guru dan lain sebagainya. “Jadi UN itu evaluasinya nanti membuahkan hasil yang luar biasa,” tegasnya.

Bibit Waluyo juga mengemukakan, melalui evaluasi, kita tahu sampai dimana kemampuan anak didik kita baik maupun kurang baik. Melalui evaluasi pula, juga akan ketahuan kualitas guru sampai dimana kemampuan mengajar.

Selain itu juga akan tahu pula sarana prasarana pendukung, sejauh mana akan ditambah dan terus dimodernisasikan. “Jadi UN ini luar biasa implikasinya untuk kemajuan pendidikan,”kata Bibit Waluyo.

Standarisasi
Komitmen saya kepada dunia pendidikan adalah berharap sarana prasarana termasuk ruang kelas harus ditingkatkan.” Kepala Dinas Pendidikan sudah saya perintahkan untuk membuat standarisasi. Standarisasi TK itu seperti apa, standarisasi SD seperti apa, standarisasi SMP, SMA atau sederajat semua itu seperti apa”.

Standar itu kelak capaiannya mau dibuat berapa tahun, sehingga pada tahun yang telah ditentukan semua sekolah sudah memakai standar yang sama. Itu lho yang saya harap-harapkan.

Mudah-mudahan ini bisa dijabarkan dan dilaksananakan dengan baik sehingga anak didik kita itu memiliki kualitas sama.

Sebagai contoh SD di kota sangat jauh berbeda dengan SD di pedalaman. Hal seperti inilah harus dibuat standarisasi walaupun letak SD dipedalaman standarisasi juga harus diberikan. Jangan memandang letaknya dipedalaman jauh dari mana-mana wis saksake wae tidak bisa begitu. Inilah yang saya harapkan standarisasi itu harus terus dilakukan karena menjadi tolok ukur kualitas sumber daya manusia.


DIUNGGAH : Sihono Dibaca : 1.448 kali
EDITOR : Sihono

3 komentar pada “Gubernur Bibit Waluyo: UN sebagai Tolok Ukur

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

X