Green Community Unnes Raih Kehati Award 2012

Kamis, 1 Maret 2012 | 9:09 WIB


Green Community Unnes Raih Kehati Award 2012
DOK HUMAS

Green Community Biologi Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Universitas Negeri Semarang (Unnes) meraih Kehati Award 2012, Rabu (29/2), di gedung Perfilman Usmar Ismail, Jakarta.

Penganugerahan diberikan oleh Yayasan Kehati kepada kelompok atau individu yang dinilai memberikan kontribusi dalam pelestarian keaneragaman hayati di Indonesia. Dalam kesempatan itu, hadir Rektor Unnes Prof Dr Sudijono Sastroatmodjo MSi.

Atas keberhasilan dalam melakukan penangkaran kupu-kupu termasuk beberapa spesies langka dan endemik, Unnes meraih kategori Cipta Lestari Kehati dan berhak menerima uang sejumlah Rp 25 juta. Selain itu universitas konservasi ini juga telah membuat kebun wisata pendidikan, melakukan penelitian kupu-kupu, burung, amphibi, pemetaan flora dan fauna, dan pengembangan desa wisata konservasi dan pengelolaan keaneragaman hayati di Hutan Rakyat Banyuwindu. Desa itu merupakan program kerja sama antara masyarakat Banyuwindu, LSM lokal, kelompok remaja, green community dan perguruan tinggi.

Penghargaan Kehati Award 2012 merupakan penyelenggaraan yang ketujuh, terdiri dari enam kategori penghargaan, meliputi Prakarsa Lestari Kehati (individu atau kelompok), Pendorong Lestari Kehati (Dinas dan Instansi Pemerintah), Citra Lestari Kehati (seniman/media), dan Tunas Lestari Kehati (pemuda dan remaja). Untuk tahun ini, hanya lima kategori diberikan, sedangkan kategori Citra Lestari Kehati, Dewan Juri memutuskan tidak ada pemenang.

Ketua Dewan Pembina Yayasan Kehati, sekaligus Ketua Streering Committee Kehati Award 2012, Ismid Hadad, menjelaskan, program ini merupakan salah satu wujud apresiasi kepada para pejuang dan inspirator di kalangan masyarakat akar rumput yang terus bergulat dan berkarya dalam melestarikan keanekaragaman hayati diberbagai pelosok nusantara.

Pangan dan perempuan

Ismid Hadad mengemukakan, berbeda dengan penyelenggaraan tahun-tahun sebelumnya, kali ini penganugerahan difokuskan pada isu keanekaragaman pangan dan peranan perempuan. “Hal itu karena peran perempuan dinilai sangat penting dalam penyelamatan keaneragaman hayati dan ketahanan pangan dalam lingkup keluarga,” terangnya.

Perempuan, menurutnya, memegang peranan penting dalam penyelamatan keaneragaman hayati, karena perempuan yang menentukan pemilihan ragam pangan dalam skala rumah tangga.

Dua penerima penghargaan dari lima kategori berlatar kaum perempuan, yakni Maria Laretta, seorang petani di Pajinian Adonara Barat, Flores Timur, NTT. Dia menerima Prakarsa Lestari Kehati. Maria berkontribusi sangat besar dalam melestarikan sumber daya pangan lain untuk ketahanan pulau-pulau kecil di kawasan NTT.

Sedangkan peraih penghargaan kategori Peduli Lestari Kehati yaitu Kelompok Putri Toga Turus Lumbung Puri Damai Puri Gianyar Bali. Mereka berhasil memberdayakan komunitas lokal khususnya kaum perempuan untuk melestarikan tanaman obat, tanaman upacara dan tanaman langka. Hasil penanaman dibeli untuk dijadikan produk kecantikan dan pengobatan tradisional khas Bali.

Adapun Kategori Pendorong Lestari Kehati diraih Drs Krido Suprayitno SE, MSi, Camat Depok Kabupaten Sleman. Krido berhasil membina warga di Kecamatan Turi dan Berbah untuk melestarikan dan memanfaatkan sumberdaya kehati untuk peningkatan kesejahteraan masyarakat. Pelestarian itu mencangkup konservasi spesies (penangkaran burung punglor, ikan arwana, budidaya ikan hias cupang dan udang galah), penanaman vegetasi bibit unggul jambu mate jenis makro dan pembuatan kebijakan Kecamatan Berbah dalam kepedulian daya dukung lingkungan ekosistem biodiversitas hayati.

Kategori Tunas Lestari Kehati diraih SMAN 3 Denpasar Bali dalam kiprahnya di bidang jurnalistik lingkungan. Hasilnya antara lain 27 penelitian, 10 buku, 9 film, beberapa karya jurnalistik lepas di media internal dan umum, 3 kegiatan ekspedisi, pembuatan info lingkungan di website, dan kampanye di radio dan tv lokal Madyapadma.

Kepala Badan Konservasi Unnes Dr Margaretha Rahayuningsih menyampaikan apresiasi mendalam atas capaian ini. “Segala usaha yang telah ditempuh untuk mewujudkan universitas konservasi tidak sia-sia. Selamat untuk keluarga besar Unnes atas raihan ini,” bangganya.


DIUNGGAH : Dhoni Zustiyantoro Dibaca : 3.128 kali
EDITOR : Dhoni Zustiyantoro

13 komentar pada “Green Community Unnes Raih Kehati Award 2012

  1. Selamat !!!!
    Sekali lagi SELAMAT buat keluarga besar Green Community (GC) dan keluarga besar Universitas Negeri Semarang
    semoga dengan semakin banyaknya pengakuan dari dunia luar tentang apa yang di kerjakan temen GC dapat di jadikan pemecut semangat untuk bekerja lebih keras lagi menjalan apa yang di jadikan tujuan bersama
    dan tentunya di luar sana masih banyak yang harus di lakukan untuk menjadikan GC berguna bagi masyarakat dan lingkungan di sekitarnya

    uye mamen, kerta jaya,

  2. selamat buat green community biologi unnes yang meraih penghargaan kehati award, tingkatkan terus

    mungkin redaksi sedikit perlu diralat ya…. setau saya greencommunity itu adalah underbow jurusan biologi, bukan sebagai UKM Unnes, kenapa nama jurusan biologi tidak di cantumkan ya… alangkah lebih indah kalau redaksinya diganti “Green Community Biologi Unnes Raih Kehati Award 2012″

    hehehe, just saran supaya mahasiswa UNNES tidak bingung…” greencommunity itu yang mana si? setau saya UNNES tidak punya UKM yang namanya Greencommunity deh?” trus greencommunity yang mana ya? mungkin ada mahasiswa yang tanya seperti itu….. hehehe

  3. selamat atas pencapain GC,, semoga makin bersemangat dalam berkegiatan untuk menghijaukan bumi kita….

    viva mangrova….

  4. selamat dan sukses, semakin meneguhkan visi konservasi dan menyebar benih dan semangat konservasi scr nasional

  5. grats to Green Community…
    kesan pertama saya sama anak2x GC yang suka nangkring di …errr.. rumah kupu2x tuh namanya apa ya.. lupa (alibi padahal ga taw). anak2xnya ramah, saya kesana sama anak, ga ditanya2x pun aktif menjawab dan menerangkan tentang serangga, ulat, kupukupu, program yang dijalankan (penangkaran kupu2x endemik gunungpati kalo nda salah).. karena saking berdedikasinya, sampai sekarang inget tuh saya yang jelasin namanya sapa.. Mba Duhita (mohon maaf kalo salah tulis)…
    maju terus GC.. kalo ada acara2x intern di fakultas2x, kalian mejeng aja numpang lapak, biar seluruh UNNES taw ada GC, dan komunitasnya berkembang ga hanya lingkup anak biologi… ^^V

  6. wuihh,mantap sangar bin karta raharja jaya raya,sukses buat temen2 Green Community Biologi UNNES,semoga tidak hanya sampai disini saja kiprahnya,ku tunggu kiprahmu dalam stage yg lebih tinggi,salam jiwa konservasi

  7. jangan bangga atas apa yang dicapai saat ini, pertahankan, dan jadikan momentum ini untuk berkiprah yang lebih baik dari sebelumnya….

    jangan hanya di tingkat nasional saja, buktikan kalau organisasi ini bisa mengabdi bagi konservasi di dunia. LANJUTKAN, PANTANG MENYERAH, DAN HIJAU BUMI ALAM LESTARI

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *