Finalis Sinden Idol Jalani Karantina

Jumat, 30 November 2012 | 15:45 WIB


Finalis Sinden Idol Jalani Karantina
SIHONO/HUMAS

Sebanyak 18 finalis Sinden Idol mengikuti karantina di Graha Wiyata Patemon, Jumat (30/11). Kegiatan dibuka oleh Pembantu Rektor Bidang Kemahasiswaan (PR III) Universitas Negeri Semarang (Unnes) Prof Masrukhi.

“Saya ucapkan selamat kepada seluruh peserta yang telah berhasil sampai di tahap karantina ini,” tutur Prof Masrukhi, ketika memberikan sambutan.

Menurutnya, finalis Sinden Idol punya prestasi yang luar biasa karena mampu bersaing dengan ratusan peserta lain. “Dari ratusan peserta di berbagai wilayah audisi, saudaralah yang terbaik,” kata Prof Masrukhi.

Ketika ikut mendampingi panitia melakukan audisi di wilayah Tegal, Prof Masrukhi mengaku sangat pula kagum dengan kemampuan sinden-sinden di daerah. “Keselarasan, keindahan, keharmonisan menggambarkan keindahan budaya Jawa,” ungkapnya.

Dibekali Materi

Hingga Sabtu (1/12), finalis akan mendapat materi yang akan dibawakan ketika semifinal. Adapun materi wajib adalah Jineman Uler Kambang dan materi pilihan sebagian besar adalah langgam Jawa karya baru Widodo Brotosejati, dosen tembang dan karawitan di Jurusan Seni Drama Tari dan Musik (Sendratasik) Fakultas Bahasa dan Seni (FBS) Unnes.

Pada Sabtu malam itu, mereka menjalani semifinal di gedung B6 FBS Unnes, dan akan tereliminasi sebanyak 10 peserta dan menyisakan 8 peserta yang nantinya akan maju ke final pada malam berikutnya.

Pemateri karantina di antaranya sinden senior Supadmi dan dosen di Institut Seni Indonesia (ISI) Surakarta, Sudarsono. Selain materi, finalis akan mendapat materi etika dan pembinaan mental pada pementasan.


DIUNGGAH : Dhoni Zustiyantoro Dibaca : 2.272 kali
EDITOR : Dhoni Zustiyantoro

5 komentar pada “Finalis Sinden Idol Jalani Karantina

  1. Akan menjadi peringkat berapa pun, panjenengan semua merupakan pelestari dan pemegang pusaka budaya Jawa. selamat mengikuti karantina, sukses semuanya

  2. Selamat pada Unnes yg telah berusaha melestarikan budaya adi luhung,tembang tembang jawa punya filosofi keseimbangan kehidupan ,al, memanusiakan manusia,dan menghormati orang lain , maju terus unnes dan prodi sendratasik.@

  3. Betul! … Ini memang bukan acara biasa… Dan terbukti bahwa sebenarnya banyak yang masih peduli akan budaya adiluhung ini — hanya sarana/media nya yang belum banyak, kalau tidak mau dikatakan belum ada. Semoga sukses perhelatan ini hingga Grand final esok Minggu; sehingga akan jadi even monumental sebagai pijakan untuk kegiatan sejenis dimasa mendatang dengan penyempurnaan diberbagai sisi pelaksanaannya. Bravo Unnes konservasi, jayalah alumninya !!

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

X