Dua Hari, Enam Lakon Ketoprak Dipentaskan di Unnes

Minggu, 21 Desember 2014 | 22:15 WIB


Dua Hari, Enam Lakon Ketoprak Dipentaskan di Unnes
HUMAS/ LINTANG HAKIM

Mahasiswa Jurusan Bahasa dan Sastra Jawa Universitas Negeri Semarang (Unnes) mementaskan enam lakon ketoprak, Rabu-Kamis (17-18/12) malam, di B6 kampus Sekaran.

Lakon yang dipentaskan adalah Hardaning Asmara, Jangkeping Katresnan, Laire Reog Ponorogo, Randha Gairah, Sri Tanjung, dan Brubuh Wanabaya. Pergelaran yang terbuka untuk umum dan gratis ini melibatkan 150 mahasiswa.

Salah seorang pemain dalam lakon Jangkeping Katresnan, Hendra Setiawan, mengatakan, persiapan dilakukan semenjak Oktober meliputi teori drama panggung, penggarapan cerita, hingga pendalaman karakter masing-masing tokoh.

Dia bersama 26 pemain dan kru di kelompoknya mengaku banyak belajar tentang dunia ketoprak dari pementasan yang merupakan tugas akhir mata kuliah Drama Jawa Tradisional ini.

Selama latihan, Hendra mengaku belajar ekstra untuk melatih kekuatan vokal dan menyesuaikan dengan musik yang bakal menyertai pementasan. “Karena ketoprak adalah drama Jawa tradisional, maka harus benar-benar menyatu dengan karawitan,” kata dia.

Pemain lakon Randha Gairah, Verina Nur Faizah, menyatakan dia bersama 27 kawannya berlatih empat kali dalam seminggu. Berbagai inovasi baik dari sisi penggarapan cerita maupun properti pun dimasukkan ke dalam pementasan supaya ketoprak tak terkesan kuno.

Dosen pendamping Sungging Widagdo menyatakan, selain bertujuan membekali mahasiswa dalam hal seni peran, pementasan juga diniatkan memberi pengalaman dalam hal manajemen seni tradisi. Menurutnya, semua hal itu bakal bermanfaat ketika kelak terjun di masyarakat.

“Kami memikirkan pula strategi agar ketoprak mampu menyesuaikan diri pada era gadget ini,” ujarnya.


DIUNGGAH : Lintang Hakim Dibaca : 778 kali
EDITOR : Rahmat Petuguran

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *