Dosen Bisa Pensiun, UNNES Hidup Selamanya

Senin, 26 Desember 2016 | 9:20 WIB


Dosen Bisa Pensiun, UNNES Hidup Selamanya

Dosen suatu saat pensiun, tapi UNNES akan hidup selama-lamanya. Oleh karena itu dosen harus berusaha membuat inovasi yang dapat diwarisi generasi selanjutnya. Hal tersebut disampaikan oleh Sekretaris Ditjen Kelembagaan Kemenristekdikti, Dr. Agus Indiarjo, M.Ph., pada kegiatan ‘Diskusi Ilmiah Memperkuat Kelembagaan’ di Ruang Senat UNNES Sekaran, Senin (26/12). Kegiatan ini dihadiri oleh Rektor, anggota senat dan sebagian besar pejabat UNNES.

Dalam paparannya, Setditjen menyampaikan bahwa indeks pendidikan tinggi dan indeks inovasi Indonesia masih di bawah Malaysia dan Singapore. Tingkat inovasi yang masih rendah merupakan tanggung jawab perguruan tinggi dan utamanya adalah tanggung jawab dosen. Indikator perguruan tinggi yang mudah untuk diamati adalah kemampuan lulusan untuk mendapatkan pekerjaan atau pemasukan yang layak. Menurut Setditjen, perguruan tinggi harus bisa membebaskan masyarakat dari middle income trap.

Rektor UNNES, Prof Dr. Fathur Rokhman, M.Hum, menyatakan kesiapan untuk melaksanakan arahan dari Setditjen Kelembagaan. Prof Fathur menyampaikan bahwa arahan dari Setditjen sangat jelas karena disertai dengan indikator dan grand design yang jelas. UNNES telah lama memacu inovasi di unit-unit yang ada. Hal ini bisa dilihat dengan peningkatan jumlah artikel dosen yang terindeks Scopus tahun ini mencapai 196 judul. Rektor berharap temuan-temuan penelitian dosen harus segera bisa bermanfaat bagi masyarakat dan industri.


DIUNGGAH : Hendi Pratama Dibaca : 431 kali
EDITOR : Hendi Pratama

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *