Dirjen Dikti Dorong Unnes Kuat sebagai LPTK

Rabu, 11 Desember 2013 | 18:23 WIB


Dirjen Dikti Dorong Unnes Kuat sebagai LPTK
SUCIPTO HP/HUMAS

Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi Kemdikbud Prof Dr Djoko Santoso mendorong Universitas Negeri Semarang (Unnes) menguatkan jati dirinya sebagai lembaga pendidikan tenaga kependidikan (LPTK).

Pernyataan tersebut disampaikan saat menerima Rektor Unnes Prof Dr Fathur Rokhman dan sejumlah jajaran pemimpin Unnes di kantor Dikti Jakarta, Rabu (11/12) pagi.

Sebagaimana disampaikan Rektor kepada unnes.ac.id seusai pertemuan tersebut, Dirjen menyampaikan apresiasi positif kepada Unnes atas kinerja yang ditunjukkan sepanjang tahun 2013.

“Sekalipun sebagai universitas memiliki perluasan mandat dalam penyelenggaraan program studi, tetap saja jati diri Unnes adalah LPTK. Itu yang seharusnya menjadi garapan utama, bukan malah dikesampingkan,” kata Rektor menirukan penuturan Dirjen.

Sebelumnya, Rektor menyampaikan poin-poin laporan ringkas kinerja Unnes 2013. Disampaikan pula buku The Professors: Hikayat Begawan Kampus Sekaran yang berisi kisah-kisah menarik para profesor Unnes.

Dalam laporan kinerja tersebut disampaikan sejumlah capaian Unnes dari keempat bidang. Antara lain implementasi Kurikulum Berbasis Kompetensi dan Konservasi, penyelenggara layanan publik terbaik di lingkungan Kemdikbud, peminat yang sangat tinggi dalam penerimaan mahasiswa baru, penguatan institusi dan jati diri sebagai LPTK, prograam Professors Go to School, tradisi prestasi di kalangan mahasiswa, akselerasi internasionalisasi, dan pengembangan kerja sama.

“Sebagai nakhoda Unnes, saya tidak akan melupakan empat amanat Pak Mendikbud saat pelantikan dan pesan Pak Dirjen agar Unnes mengukuhkan jati dirinya sebagai LPTK, bukan yang lain,” kata Rektor.


DIUNGGAH : Sucipto Hadi Purnomo Dibaca : 2.108 kali
EDITOR : Rochsid Tri HP

6 komentar pada “Dirjen Dikti Dorong Unnes Kuat sebagai LPTK

  1. Ehmm, pak rektor, jati diri unnes sbg pencetak guru, lebih bagusnya lgi pencetak ilmuwan, jd saya sbgai alumni, ingin rasanya unnes mnjadi universitas yg bukan hanya konsen ke pencetak guru, melainkan pencetak ilmuwan, dan pada akhirnya banyak penemuan2 baru yang nantinya layak di gunakan oleh masyarakat luas.

  2. Mohon maaf, setahu saya LPTK itu Lembaga Pendidikan Tenaga Keguruan bukan “lembaga pendidikan tenaga kependidikan”, kalau tenaga kependidikan itu kan pegawai TU.

  3. Tentu bukan jadi alasan untuk mengesampingkan prodi nonkependidikan. Contohnya, apakah penanganan PKL bagi mahasiswa nonkependidikan saat ini sudah seserius PPL mahasiswa kependidikan? Ah….

  4. Betul mas nurkhin dan mas arif, bahkan untuk pak paijo tidak hanya PKL aja, PPL nya juga masih perlu digarap lebih baik..micro teaching-nya harus lebih diperkuat..karena ada kesan mau PPL hanya “berlatih” 1 kali mengajar dengan 4-8 siswa…apa sudah ideal?

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *