Mendesak, Beralih dari Energi Fosil ke Matahari

Kamis, 5 September 2013 | 9:00 WIB


Mendesak, Beralih dari Energi Fosil ke Matahari
HUMAS/DOC

Satu saat, energi yang bersumber dari migas akan habis. Karena itu, perlu pengembangan sumber energi alternatif.

Itulah kalimat pembuka dari Prof Toto Winata PhD saat menjadi narasumber Focus Group Discussion (FGD)  Energi Surya. FGD diselenggarakan oleh Divisi Clean Energy Badan Pengembang Konservasi Universitas Negeri Semarang (Unnes), beberapa hari lalu, di Hotel C3 Ungaran.

“Dari matahari, kita bisa mengambil energi dari panas dan sinar yang dapat dikonversi sebagai energi listrik,” kata profesor ITB ini. Lebih lanjut  dijelaskan, sumber energi ini lebih murah karena pembiayaan yang terbesar hanyalah pada investasi.

Narasumber lain, Dr Subianto dari Fakultas Teknik (FT) Unnes memaparkan tentang photovoltaic power system. Sistem ini mengonversi energi cahaya menjadi energi listrik.  “Saat ini sistem ini telah mengarah ke nano teknologi,” kata Subianto

Dalam kesempatan yang sama, ketua panitia Drs Said Sunaradiyo MT mengatakan, kegiatan ini diharapkan menjadi landasan dalam pengembangan rumah energi pada akhir tahun 2013. “Dengan demikian, ke depan Unnes diharapkan mampu menjadi kampus mandiri energi,” ungkapnya.

 


DIUNGGAH : Rohmawati Dibaca : 862 kali
EDITOR : Rohmawati

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

X