Cak Nun: Pendidikan Harus Mengurus Moral

Rabu, 5 Desember 2012 | 17:45 WIB


Cak Nun: Pendidikan Harus Mengurus Moral
Dwi Sulistiawan/Humas

Prof Masrukhi memberikan cenderamata kepada Cak Nun.

Mungkin Tuhan mulai bosan melihat tingkah kita / yang selalu salah dan bangga dengan dosa-dosa / atau alam mulai enggan bersahabat dengan kita / coba kita bertanya pada rumput yang bergoyang.

Itulah petikan syair lagu “Berita kepada Kawan” yang biasanya dibawakan oleh Ebiet GAD. Rabu (5/12), lagu itu dinyanyikan secara kolaboratif oleh Emha Ainun Najib dan Novia Kolopaking bersama iringan Kyai Kanjeng yang ditirukan pula oleh pejabat dan ribuan mahasiswa Universitas Negeri Semarang (Unnes), pada acara Unnes Inagurasi 2012 yang bertema “Harmoni Kampusku, Jayalah Konservasiku”, di Lapangan Parkir Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) kampus Sekaran.

Tak pelak, lewat ceramah interaktif yang sesekali diselingi guyonan dan musik, budayawan yang akrab dipanggil Cak Nun itu pun mampu menahan ribuan mahasiswa, tenaga pendidik, tenaga kependidikan, untuk tak beranjak dari tempat duduk sampai selesai.

“Ada kegelisahan dunia pendidikan, bukan soal ilmu, melainkan soal moral. Karena itu, mari kita kembali ke dasar pikiran baku dulu, yaitu filsafat. Urusan benar-salah diurusi oleh lembaga intelektual, urusan baik-buruk diurusi lembaga keagamaan, sedangkan indah tidak indah urusan kebudayaan,” katanya seraya menyebutkan kelebihan Unnes Konservasi.

Menurutnya, mahasiswa Unnes lebih baik ketimbang universitas lain. “Salah satunya mau memelihara lingkungannya dan mau menyelamatkan planet bumi, mahasiswa Unnes memiliki infrastruktur yang tidak dipunya oleh universitas lain, yakni konservasi di segala bidang,” katanya.

Pria asal Jombang, Jawa Timur yang tampil dengan pakaian serba putih itu menyindir kebanyakan perguruan tinggi yang saat ini terlalu terkotak-kotak di fakultas-fakultas. “Padahal pendidikan di perguruan tinggi harus menengok kesatuan sebagai universitas,” katanya.

Menurut Ketua Panitia Hilka MT Panggabean, kegiatan ini adalah usaha untuk membantu mahasiswa dalam proses adaptasi terhadap lingkungan kampus. “Agar bisa membentengi mahasiswa dari pergaulan di era kebebasan ini,” katanya.

Acara dibuka dengan pemukulan gong oleh Pembantu Rektor Bidang Kemahasiswaan Unnes Prof Masrukhi, dilanjutkan pemberian cenderamata kepada Cak Nun.


DIUNGGAH : Dwi Sulistiawan Dibaca : 6.312 kali
EDITOR : Dwi Sulistiawan

9 komentar pada “Cak Nun: Pendidikan Harus Mengurus Moral

  1. lha inagurasi yang model begini yang harus dijaga terus pleh UNNES Konservasi jangan yang hanya model hiburan tanpa pesan moral.. MORAL Memang wajib untuk dikedepankan. lebih baik mahasiswa pandai dan bermoral drpada mahasiswa gak pandai juga tanpa moral… salam konservasi

  2. Unnes inagurasi jangan cuma band-band terus..sekali2 lebih akrab dengan budaya sendiri..mendatangkan Cak Nun sebagai “artis” dalam ajang Unnes Inagurasi sangat inovatis..ngundang band itu udah biasa..jingkrak-jingkrak saat inagurasi itu udah lumrahnya..tapi bersholawat bersama,nembang bersama,lesehan bareng pejabat,,itu baru inovasi luar biasa..tahun depan harus dipertahankan yang seperti ini..kalau bisa di tingkatkan..Unnes kan punya Auditorium..sedangkan Unnes Inagurasikan acara buat maba,,masa tempatnya cuma di halaman parkir…cobalah cari tempat yang lebih nyaman..biar gak kehujanan dan acara lebih berkesan..sukses selalu untuk panitia Unnes inagurasi selanjutnya..

  3. Selamat buat unnes kami yang terus jaya dengan konservasinya…kami selaku alumni unnes…turut bangga dan harapanya pembekalan moral pada penerus bangsa senantiasa ditingkatkan…kurangi agenda yang kurang memberikan hikmah tauladan…

  4. sepakat dengan “Pendidikan harus mengurus moral”. Unnes sebagai Universitas Konservasi juga harus mendukung Konservasi Moral. Seperti santun dalam berbusana, tertib dan disiplin, dan pergaulan yang sehat.
    Pendidikan berkarakter akan terwujud jika pendidiknya pun bermoral mulia.
    Bravo Unnes!

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

X