Apresiasi Drama, Harmonisasi Sastra MiFaSol

Senin, 24 Juni 2013 | 12:11 WIB


Apresiasi Drama, Harmonisasi Sastra MiFaSol
DOK PBSI

Satu hal yang unik ketika tugas akhir mahasiswa tak bergelut dengan kata atau angka, melainkan dengan kreasi sebuah karya sastra berupa pagelaran drama.

Harmonisasi Sastra MiFaSol adalah hasil dari ujian akhir mahasiswa Jurusan Bahasa dan Sastra Indonesia Prodi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia (PBSI) Fakultas Bahasa dan Seni (FBS) Universitas Negeri Semarang (Unnes).

Nama Harmonisasi Sastra MiFaSol diambil berdasarkan banyaknya jenis pementasan drama yang ditampilkan dari sembilan kelompok yang berasal dari tiga rombel yaitu rombel 3 (Mi), 4 (Fa), dan 5 (Sol).

Karya yang digelar di laboratorium Usmar Ismail PBSI FBS Unnes Sabtu(23/6) lalu, menyajikan berbagai penampilan yang berbeda-beda. Dari Sembilan naskah drama yaitu Ken Arok, Caligula, Siau Ling, Dewi Uban, Pak Dullah in Extremis, Barabah, Tundjung Sari, Titik-Titik Hitam (1) dan (2), diubah ke dalam berbagai pementasan seperti musikalisasi puisi, dramatisasi puisi, pementasan narasi prosa, pementasan drama serius, hingga pada pementasan drama komedi .

“Kegiatan ini rutin dilaksanakan di tiap tahun pada matakuliah Apresiasi Drama,” kata dosen pengampu matakuliah Apresiasi Drama Wati Istanti SPd MPd.

Tujuan dari kegiatan ini adalah mahasiswa tidak sekadar dapat mengapresiasi sebuah naskah drama yang dibaca, namun dapat pula mengekspresikan ke dalam bentuk pementasan melalui kegiatan re-produksi atau re-kreasi karya sastra.

Dia juga menambahkan bahwa kegiatan akan menginspirasi banyak mahasiswa khususnya dari Jurusan Bahasa dan Sastra Indonesia bahwa naskah drama tidak hanya sekadar untuk dibaca dan dipentaskan.

“Naskah drama dapat pula dire-kreasikan atau dire-produksikan ke dalam jenis karya sastra yang lain,” tambahnya.


DIUNGGAH : Agestia Putri Nusantari Dibaca : 1.308 kali
EDITOR : Agestia Putri Nusantari

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *