“Punya Modal Apa, Kok Berani Nyalon Dekan?”

Kamis, 12 Mei 2011 | 14:18 WIB


“Punya Modal Apa, Kok Berani Nyalon Dekan?”
Dwi Sulistiawan/Humas

Agus Nuryatin (kiri), Achmad Sofwan (tengah), dan Jan Mujiyanto

Bapak-bapak punya modal apa, kok berani-beraninya nyalon jadi Dekan FBS?

Demikian pertanyaan Mas Bagus Purwo Basuki, Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Bahasa dan Sastra Universitas Negeri Semarang (BEM FBS Unnes) kepada tiga calon dekan yang mengikuti Pemaparan Visi, Misi, Program dan Strategi Pengembangan, Kamis (12/5), di gedung bundar FBS Unnes kampus Sekaran. Pemaparan yang diikuti tanya jawab itu merupakan bagian dari rangkaian pemilihan Dekan FBS periode 2011-2015 yang akan digelar 18 Mei mendatang.

Tiga calon dekan itu adalah Prof Dr Agus Nuryatin MHum (Ketua Jurusan Bahasa dan Sastra Indonesia), Drs Ahmad Sofwan PhD (Ketua Jurusan Bahasa dan Sastra Inggris), dan Dr Januarius Mujiyanto MHum (Pembantu Dekan Bidang Akademik).

Tak cukup dengan pertanyaan itu, Mas Bagus pun berkata, “Kami tidak menginginkan punya dekan yang tidak bisa apa-apa.”

Lantas apa jawaban para calon? Sebagai para pejabat, mereka pun lantas bercerita tentang apa yang telah mereka lakukan selama menjabat. Terutama, layanan yang mereka anggap sudah baik bagi mahasiswa. Ya, jawaban yang senada seirama.

Dibuka dan dipandu Dekan FBS Prof Rustono, semua calon mengangkat isu kesejahteraan, sarana prasarana, program berkelanjutan, sistem perkuliahan yang kondusif, kurikulum yang disesuaikan dengan kebutuhan pasar, perpustakaan, dan bidang kemahasiswaan.

Rustono ketika membuka acara itu mengatakan, Juli mendatang masa jabatannya akan habis dan dia tidak boleh dipilih lagi karena telah menjabat dua periode.

”Untuk periode 2011-2015, mudah-mudahan akan terpilih dekan yang lebih baik dan mendapat dukungan dari semua pihak,” katanya.

Dia merasa bersyukur karena dalam pencalonan dekan, iklim keterbukan makin terlihat. Buktinya, muncul tiga calon yang menurutnya semua memenuhi syarat dan berkualitas.

Untuk menentukan dekan, akan dilakukan pemungutan suara oleh rapat senat fakultas, 18 Mei mendatang. “ Saya minta pemilihan dekan tetap mengedepankan ukhuwah, persatuan, dan kesatuan, kedewasaan, berpikir, berkata, dan bertindak,” katanya.


DIUNGGAH : Dwi Sulistiawan Dibaca : 3.802 kali
EDITOR : Sucipto Hadi Purnomo

11 komentar pada ““Punya Modal Apa, Kok Berani Nyalon Dekan?”

  1. Ketiga calon cukup potensial, semoga yang terpilih dapat mengemban amanah ? Judul artikel di atas tidak menunjukkan generasi muda yang punya unggah-ungguh. Apalagi pertanyaan itu mucul dari Civitas akademika di Fakultas bahasa, fakultas yang menjadi tempat orang menata bicaranya. Sebaiknya bisa ditanyakan kepada para calon dekan, “Persiapan-persiapan apa yang sudah bapak-bapak lakukan untuk mengemban amanah menjadi Dekan FBS periode 2011-2015 ?” Nuwun

  2. bukannya tidak punya unggah – ungguh pak tikno…itu menunjukkan sikap akademis yang kritis dan berpikir skeptis (skeptikal)…kalo pernah belajar filsafat ilmu pasti anda akan mengerti bahwa ilmu/intelektual bisa berkembang jika kita selalu berpikir skeptik…

  3. bos sutikno, hayaaahh.. kolot bgt!
    itulah aktifis.
    daripada jd mahasiswa manutan., ga kritis! dunia berkembang cuy. kalo calon dekan aja ga mempermasahkan hal kya gt ,knpa anda harus?

  4. sekadar klarifikasi meskippun ga penting…
    saya sendiri tidak ambil pusing dengan anggapan bapak sutikno, gampangane wong jowo ngmg “Sembarang meh ngomong opo”, karena yang saya tahu anda tidak benar2 tahu keadaan saat itu. hanya saja sangat disayangkan berita yang diunggah ini tidak benar2 sesuai dengan yang saya ucapkan, malah ditambah2i. nuwun.

    1. Saudara Bagus, jika Saudara menganggap “berita yang diunggah ini tidak benar2 sesuai dengan yang saya ucapkan, malah ditambah2i”, sebaiknya Saudara segera menggunakan hak jawab dengan melakukan koreksi dan klarifikasi. Ini menyangkut tanggung jawab kita bersama dalam memberikan informasi kepada khalayak. Kami selalu berpesan kepada para reporter kami agar senantiasa mengedepankan akurasi –selain kecepatan– dalam setiap penulisan berita dan informasi lainnya di laman ini. Salam.

  5. Sudahlah….yang tua mawas diri, yang muda instropeksi, hidup masih panjang mari kita ciptakan kedamaian di manapun kita berada untuk tidak saling menyakiti….

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *