654 PKM Unnes Didanai Ditjen Dikti

Senin, 16 Januari 2012 | 2:52 WIB


Kembali kreativitas mahasiswa Universitas Konservasi menunjukkan kelasnya di negeri ini. Sebanyak 654 proposal  Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) Universitas Negeri Semarang (Unnes) berhasil lolos dan diterima untuk didanai Ditjen Pendidikan Tinggi. Dengan hasil  itu, Unnes  mencatatkan diri sebagai perguruan tinggi yang paling banyak meloloskan PKM secara nasional.

Berdasarkan pengumuman yang dikeluarkan Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Ditjen Dikti, terrbanyak kedua Institut Teknologi  Sepuluh November (ITS) Surabaya  dengan 583. Terbanyak ketiga Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta dengan meloloskan 476 proposal.

Pembantu Rektor Bidang Kemahasiswaan Unnes Prof Dr Masrukhi MPd mengungkapkan,  ke-654 proposal itu terdiri atas semua kategori yang dibuka Dikti. “PKM Kewirausahaan (PKMK)  292 proposal, PKM Pengabdian kepada Masyarakat (PKMM) 216, PKM Penelitian (PKMP) 114, PKM Penerapan Teknologi (PKMT) 19, dan PKM Karya Cipta sebanyak 13 proposal,” kata guru besar pendidikan moral ini.

Prof Masrukhi juga mengemukakan, jumlah itu lebih dari dua kali lipat dibandingkan dengan yang lolos tahun lalu. “Terjadi peningkatan 255%,” katanya.

Selanjutnya, dengan hadil seleksi itu akan dilakukan kontrak kerja dengan para pembantu rektor bidang kemahasiswaan. Program akan dimulai Januari tahun ini dan akan dipantau pelaksanaannya pada Mei mendatang. Karena  itu, dalam pengumuman tersebut Direktur Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Ditjen Dikti  Suryo Hapsoro Tri Utomo meminta para pemimpin perguruan tinggi segera menugasi mahasiswa yang proposalnya lolos seleksi  untuk melaksanakan kegiatan.


DIUNGGAH : Sucipto Hadi Purnomo Dibaca : 4.729 kali
EDITOR : Sucipto Hadi Purnomo

14 komentar pada “654 PKM Unnes Didanai Ditjen Dikti

  1. yang kini perlu diperhatikan adalah sistem pemantauan untuk menjamin kualitas PKM. kritik saya untuk mahasiswa, terkadang sebagian dari mereka menganggap diterimanya PKM sebagai rejeki “nomplok”. sehingga kecenderungannya setelah dana diterima ada mahasiswa yang hanya memainkan data. oleh karenanya, perlu pendampingan yang intensif dan pelaksanaan program yang serius agar prestasi ini bisa terus terjaga. salam.

  2. saya sangat bangga dengan unnes.semua biaya PKM di biayai Dikti. dan apakah ada beasiswa untuk anak yang tdk mampu. mohon bantuannya.trimakasih dan saya minta maaf kalau ada salah dalam penulisan kata.

  3. Saya sependapat dengan saudara Tsabit Azinar. Seharusnya memang ada mekanisme moitoring PKM yang dilakukan secara intensif oleh pembimbing. Saya sebenarnya miris, jumlah proposal yang diterima banyak tapi apakah nanti yang masuk PIMNAS juga banyak. Tapi okelah, tugas berikutnya setelah tanda tangan proposal adalah: 1) Bagi mahasiswa penerima PKM hendaklah berfikir bahwa PKM bukan sekedar memperoleh dana, tetapi bagaimana mempertanggungjawabkan dana tersebut agar sesuai dengan tujuan PKM yang diikuti, lakukan kegiatan secara jujur dan kena sasaran, 2) Bagi UNNES, mohon dibuatkan mekanisme/panduan/SOP yang dapat merangsang dosen agar mau membimbing secara intensif, 3) Bagi dosen pembimbing, bantulah/bimbinglah mahasiswa penerima dana PKM semaksimal mungkin, untuk memajukan lembaga dan terutama agar mahasiswa bekerja dengan benar. Tetap semangat dan semangat…

  4. saya sependapat dengan pak sigit serta mz tsabit azinar…
    pembuktian kualitas akan diuji di PIMNAS selanjutnya di UII Yogyakarta….
    kuantitas banyak ini diharapkan juga banyak yang masuk di PIMNAS…
    jangan sampai menjadi sarana untuk mencari uang tapi tidak ada pelaksanaan PKM dilapangan.
    dan diharapkan juga ada keberlanjutan setelah pelaksanaan program, jangan hanya menjadi panas diprogram tapi setelah pelaporan melalui MONEv dan laporan akhir finish juga kegiatannya…. andai saja itu terjadi, mngkn akan mengurangi jumlah pengangguran atau masa tunggu kerja dengan beralih menjadi pengusaha muda, khususnya PKMK yang selalu banyak di tahun ke tahun, tapi setelah kegiatan PKM selesai, tidak ada keberlanjutannya…
    tetap semangat dan budayakan menulis yang berkualitas…
    Hidup Unnes Sutera….
    Mahasiswa Jaya….

  5. pertama tama saya ucapkan syukur alhamdulilah kepada unnes atas diterimanya dan di tanda tanganinya proposal kepada Dikti.dan saya mau tanya bagaimana caranya agar bisa dapat beasiswa itu, karena saya ingin mengajukan dan saya ingin melanjutkan kuliah.

  6. Lolosnya PKM maupun program pengabdian penelitian dosen kurang diiringi dg pembimbingan ttg penggunaan dana. bisa2 dijadikan sbg benih2 korupsi di negeri ini jika para pendidik tdk memperhatikan.mohon dlakukan pendampingan

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

X