50 Calon Pengawas Dilatih Pembelajaran Interaktif

Minggu, 31 Maret 2013 | 7:02 WIB


Sebanyak 50 mahasiswa Program Pascasarjana Universitas Negeri Semarang (PPs Unnes) penerima Beasiswa Calon Pengawas Sekolah dari Direktorat P2TK Dikmen Kemdikbud, mulai Sabtu (23/3) hingga 13 April mendatang mengikuti Pendidikan dan latihan (Diklat) Multimedia Pembelajaran Interaktif (MPI).

Sebanyak sepuluh kali pertemuan, mereka akan dibimbing untuk membuat MPI secara terbimbing oleh pakar dan praktisi dari Unnes. Beberapa di antaranya adalah Prof Dr rer nat Wahyu Hardiyanto MSi, Dr Juniadi MT, dan Drs Dwi Budi Harto MSn.

Dalam pembukaan Diklat, Sekretaris Badan Pengembangan SDM Kemdikbud Prof Dr Abi Sujak, berharap agar para calon pengawas benar-benar membekali diri dengan kompetensi MPI. Kurikulum 2013 sangat berorientasi pada pengembangan siswa agar mampu menjadi kreatif.

“Salah satu pendekatan yang digunakan adalah melalui MPI. Karena itu, saya berharap nantinya calon pengawas sekolah yang mengikuti Diklat ini benar-benar dapat menguasai MPI, sehingga mampu membina guru-guru di daerah,” ujarnya.

Salah satu peserta Diklat Joko Sulistiyono sangat senang dengan kegiatan ini. Menurutnya, materi pembuatan MPI sangat cocok dikuasai oleh para calon pengawas. “Dengan diklat ini, kami nantinya memiliki kompetensi di bidang MPI, sehingga dapat kami tularkan ilmu yang kami miliki kepada guru dan sekolah binaan kami nantinya,” kata Joko.

Ikuti Magang

Selain Diklat MPI, dalam waktu dekat para calon pengawas ini juga akan diberengkatkan ke National Institute of Education International (NIEI) Nanyang Technological University Singapura selama dua pekan untuk melaksanakan magang kepengawasan.

Direktur Program Pascasarjana Unnes Prof Dr Samsudi MPd berharap, aneka diklat yang diberikan kepada calon pengawas sekolah menjadikan pendidikan di Indonesia akan lebih baik.

“Ini merupakan pilot project yang dilakukan Unnes bekerja sama dengan P2TK Dikmen Kemdikbud. Saya berharap sebagai generasi pertama, akan dihasilkan calon-calon pengawas sekolah yang kompeten sehingga membawa perubahan pendidikan ke arah yang lebih baik,” harap Samsudi.

Kiriman: Heni Purwono, mahasiswa Magister Manajemen PPs Unnes


DIUNGGAH : Dhoni Zustiyantoro Dibaca : 1.793 kali
EDITOR : Sucipto Hadi Purnomo

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *