2013, Kampus Tanpa Kendaraan Bermotor

Kamis, 22 November 2012 | 13:43 WIB


2013, Kampus Tanpa Kendaraan Bermotor
SIHONO/HUMAS

Gedung Serba Guna di sebelah FIP Unnes yang telah rampung pengerjaannya.

Awal tahun 2013, kampus Universitas Negeri Semarang (Unnes) Sekaran direncanakan bebas kendaraan bermotor. Pasalnya, gedung parkir yang kini tengah dibangun terletak di sebelah Fakultas Ilmu Pendidikan (FIP) rampung dibangun. Dosen, karyawan dan mahasiswa akan diarahkan supaya memarkir kendaraan di tempat parkir terpadu.

Rencana ini dipaparkan dalam rapat pimpinan dengan Badan Konservasi Unnes, Rabu (21/11). Rapat dihadiri Pembantu Rektor Bidang Akademik (PR I) Dr Agus Wahyudin, Pembantu Rektor Bidang Administrasi Umum (PR II) Dr Wahyono, Pembantu Rektor Bidang Pengembangan dan Kerja Sama (PR IV) Prof Fathur Rokhman, Direktur Pascasarjana, Dekan, Kepala Biro, Kepala Badan, Unit Pelayanan Pengadaan (ULP), dan fungsionaris mahasiswa.

“Tahun 2013 kampus Unnes bebas dari kendaraan bermotor. Dosen, karyawan, dan mahasiswa ke fakultas berjalan kaki atau bersepeda,” kata Prof Masrukhi.

Lima Tempat Parkir

Prof Masrukhi mengatakan, Unnes akan menyediakan lima titik parkir supaya dosen, karyawan, dan mahasiswa bisa memilih tempat parkir yang paling dekat dengan tempatnya beraktivitas. Lima tempat parkir tersebut adalah Gedung Serba Guna lima lantai di sebelah FIP, halaman Masjid Ulul Albab (MUA), lapangan parkir FMIPA, PKMU, dan tempat parkir di dekat lapangan sintetis FIK.

Lapangan parkir tersebut diprediksi dapat menampung ratusan mobil dan ribuan sepeda motor. Parkir GSG, misalnya, diperkirakan dapat menampung 102 mobil dan 2.218 sepeda motor. Lapangan atletik diperkirakan dapat menampung 25 mobil dan 722 sepeda motor. Lapangan parkir MUA diperkirakan dapat menampung 23 mobil dan 650 sepeda motor. Lapangan parkir FMIPA diperkirakan dapat menampung 29 mobil dan 834 sepeda motor. Adapun lapangan parkir PKMU direncanakan dapat menampung 22 mobil dan 626 sepeda motor.

Selain menyiapkan tempat parkir, Unnes akan menyiapkan sepeda dan mobil aki kering. Mobil ini akan memfasilitasi civitas akademica yang beraktivitas secara gratis.

“Jadi, siapa pun yang tidak bisa naik sepeda, tidak perlu khawatir. Fakultas Teknik (FT) Unnes sudah merancang beberapa mobil aki kering siap mengantar siapa saja dan ke fakultas mana saja secara gratis. Ini adalah komitmen universitas konservasi,” pungkas Prof Masrukhi.


DIUNGGAH : Sihono Dibaca : 5.843 kali
EDITOR : Dhoni Zustiyantoro

35 komentar pada “2013, Kampus Tanpa Kendaraan Bermotor

  1. Dengan dukungan semua stakeholder saya yakin ini bisa terwujud. Lebih berhasil kalau UNNES jg bisa bersinergi dengan PEMKOT Semarang dan Dinas terkait untuk mewujudkan Angkutan yang nyaman ke Kampus UNNES dari berbagai arah sehingga para mahasiswa, dosen dan karyawan yang dari kota Semarang dan sekitarnya lebih memilih memakai kendaraan Angkutan Umum daripada pakai kendaraan pribadi. hidup konservasi.

  2. senang sekali baca info ini….siiiip …..hobi ngonthel di sini/belanda, nanti bisa lanjut di unnes….tdk perlu diet, bb dah berkurang saat ditimbang…

  3. ok banget…. hidup konservasi, hanya saja sebagai salah satu solusi jika hujan, mohon segera dibuatkan fasilitas jalan beratap/kanopi untuk pejalan kaki/bersepeda yang menghubungkan antar fakultas dan antar gedung serta segera diwujudkan angkutan yang nyaman. menawi saged usul…. khusus untuk dosen dan tenaga kependidikan disediakan fasilitas komputer untuk presensi online di gedung parkir. suwun

  4. Usul: kalo bisa spot di tempat parkir di GSG nanti, terutama untuk parkir motor bisa dikelompokkan/diklasifikasikan antara spot untuk dosen/karyawan, mahasiswa, atau barangkali untuk tamu dari luar Unnes juga, sehingga lebih nampak tertata rapi, tidak ada spot yg bolong/lowong, mengingat waktu parkir karyawan hampir bisa dipastikan dari pagi hingga sore hari/sesuai jam kantor, jarang berpindah-2, shg baris parkir tetap rapi tidak lowong. namun untuk mahasiswa waktu parkir cenderung tdk pasti (interfal keluar masuk kendaraan lebih sering). Selain itu saya kira dengan dikelompokkan demikian akan lebih memudahkan pengawasan. Demikian sekedar usul. Trimakasih.

  5. Saya sangat mendukung,namun saya juga berharap unnes memperhatikan lebih terhadap mahasiswa yang dilaju.Dikarnakan jika mereka datang jauh2 namun fasilitas yang diharapkan belum tersedia maka hal semacam ini nantiny perlu diperjelas.Trima kasih.
    UNNES is the best…!

  6. bisa bener2 terlaksana gak yah?? terus ada fasilitas semacam speda buat mahasiswa yang kuliahnya di TJP tidak ya kan capek juga kalau harus jalan

  7. Pak Rektor mohon maaf sebelumnya…
    Saya kira seluruh parkir akan dipusatkan di GSG, tapi ternyata ada beberapa tempat yang tetap dijadikan parkir. Kalau menurut saya sebelum dan sesudah dibangun gedung GSG tetap gak ada perubahan. Yang berubah cuma ada gedung GSG dan beberap parkir dihilangkan (cuma itu) terus bagusnya dimananya ya? Saya sebagai mahasiswa yang pro dengan konservasi jujur sedikit kecewa. Saya yang tadinya pro dengan pembangunan GSG (saya kira jadi parkir terpusat dan seluruh parkir ditiadakan kecuali GSG) semakin kecewa dengan pembangunan GSG. Menurut saya pembangunan GSG kurang tepat dan terkesan setengah-setengah. Terimakasih dan sekian unek-unek saya.

  8. dan mohon ketika mipa dibuka sebagai tempat parkir,semoga saja para pejabat REKTORAT TIDAK PARKIR DI MIPA tapi di GSG Parkir..makasih…

  9. setuju sma pendapat Ariatama. kalau area parkir terdapat d beberapa titik itu berarti masih terdapat kendaraan yg berlalu lalang d area kampus. buat apa ada sepada banyak tapi ga d manfaatkan. katanya kampus tanpa kndaraan bermotor, tpi masih aja ada kndaraan yang berlalu lalang.
    dan percuma saja d bkin GSG itu. mending di pusatkan d GSG deh, jadi semuanya menuju ke tempat yg d tuju dngn jalan kaki atau bersepeda. lebih bagusan gitu malah. lebih tepat seperti itu “kampus tanpa kendaraan bermotor”

  10. Saya mewanti-wanti agar diadakan kendaraan ramah lingkungan yang nantinya itu ditujukan untuk transportasi dalam kampus bagi para mahasiswa yang mungkin ada keterbatasan fisik, serta diperuntukkan bagi dosen-dosen yang usianya tidak memungkinkan lagi untuk jalan kaki jauh bahkan bersepeda.
    Semoga aspirasi ini bermanfaat, mewakili suara mahasiswa. Bagi yang berkedudukan di BEM Fakultas maupun BEM KM, mungkin saja dapat menyerap aspirasi ini yang kemudian disampaikan kepada birokrat.
    Terima Kasih.

  11. Kalo misalkan parkirnya di GSG sedangkan kampusnya di FH / FE dan harus berjalan kaki, apa tidak mengganggu keadaan fisik mahasiswa itu ? karena harus berjalan kaki, akhirnya kelelahan. Saat kuliah krn kelelahan akhirnya ketiduran. Karena ketiduran, dia tidak bisa mengikuti perkuliahan dg intensif. karena tdk mengikuti perkuliahan dg intensif, nilainya anjlok. itu gimana ?

  12. maaf, kalo bisa bebas dari asap kendaraan bermotor, kenapa tidak bisa bebas dari asap rokok? toh percuma juga di kampus tetap masih ada asap.. #konservasi yang setengah2

  13. harusnya berani uji coba seperti car free day setiap hari tertentu…jumat atau selasa…itu sebagai langkah awal yang perlu di coba…

  14. Gedungnya sudah jadi ya,…. Bagus,,,, tapi lima tempat parkir tetap merusak pemandangan, tetap saja dimana2 ada sepeda motor, kalo dibuat 1 tempat parkir yang luas, lalu mahasiswa difasilitasi sepeda dangan syarat tertentu itu lebih bagus………

  15. Buat teman-teman yang msh merasa kurang harap maklum semua itu bertahap tdk ada yang instan. Unnes bukan pesulap yang bisa buat gedung parkir langsung beberapa buah dalam satu tempo. Kita coba berfikir bijak saja berharap bersama saja kedepan akan ada perubahan yang terus lebih baik kedepan. Lagi pula ini infokan belum dijelaskan mekanisme parkirnya nanti seperti apa tunggu saja sosialisasi masalnya biar lebih jelas dan jadi g banyak yang protes. Nambnya juga artikel berita tdk bisa komplit mengulasnya.. Salam konservasi

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

X