Peserta See-Conic pun Belajar Bahasa Indonesia

Kamis, 29 Agustus 2013 | 10:59 WIB


Peserta See-Conic pun Belajar Bahasa Indonesia
Dwi Sulistiawan/Humas

Tidak hanya belajar seni dan budaya tradisi, seperti gamelan, tari, dan batik, para peserta Program Short Course of Environmental Conservation and Indonesian Culture (See-Conic) pun belajar bahasa Indonesia.

Sebanyak 16 mahasiswa dari berbagai negara, di antaranya Malaysia, Thailand, Jepang, dan Vietnam, “dipaksa” untuk bisa berbahasa Indonesia. Tak pelak, banyak peserta yang menggunakan Bahasa Indonesia dengan terbata-bata.

“Bahasa Indonesia tak terlalu sulit karena banyak kesamaan dengan bahasa kami,” ujar Ahmad Taufik perserta See-Conic dari Malaysia.

Berbeda dengan Krit Prasitticcok peserta dari Thailand yang selalu kesulitan mengucapkan setiap kata dalam bahasa Indonesia. “Bahasa Indonesia lebih sulit dari pada statistika karena saya punya kesulitan untuk mengucapkanya, tapi saya akan tetap belajar karena saya tertarik dengan Indonesia dan saya mempunyai rencana untuk kembali ke Indonesia,” kata mahasiswa dari Kasersart University itu.

Di Unnes, menurut pemateri Bahasa Indonesia Badrus Siroj, MPd, mereka diajari tentang angka, huruf, salam hingga anggota tubuh dalam bahasa Indonesia selama 6 jam. “ Itu semua termasuk dalam hal-hal yang harus mereka kuasai guna membantu komunikasi,” katanya


DIUNGGAH : Dwi Sulistiawan Dibaca : 717 kali
EDITOR : Dwi Sulistiawan

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *