136 Pejabat Unnes Tandatangani Pakta Integritas

Senin, 17 Maret 2014 | 16:11 WIB


136 Pejabat Unnes Tandatangani Pakta Integritas
HUMAS/SIHONO

Untuk mempertegas kembali komitmen pada tugas dan fungsi yang diemban oleh pejabat di Universitas Negeri Semarang (Unnes), 136 pejabat menandatangani pakta integritas, Senin (17/3), di rektorat kampus Sekaran, Gunungpati, Semarang.

Sebagaimana pernah diberitakan, Selasa (4/3) lalu dihadapan Rektor, sebanyak 24 pejabat setingkat Dekan, Ketua lembaga, Ketua Badan dan Kepala UPT telah melakukan hal serupa. Secara keseluruhan, 160 pejabat Unnes telah menandatangani pakta integritas.

Pakta integritas merupakan surat pernyataan berupa janji untuk melaksanakan tugas dan tanggung jawab sesuai ketentuan yang berlaku. Janji yang diikrarkan itu untuk memastikan bahwa semua kegiatan dan keputusan dilakukan secara transparan dan jujur.

Rektor Unnes Prof Dr Fathur Rokhman MHum mengatakan penerapan penandatangan pakta integritas ini menguatkan komitmen Unnes berintegritas sebagai kampus yang bebas dari korupsi, kolusi, dan nepotisme serta gratifikasi.

Di samping itu, rektor juga mengajak semua civitas akademika untuk menguatkan jati diri Unnes sebagai Lembaga Pendidikan Tenaga Kependidikan (LPTK). “Tahun 2014 sebagai tahun aksi, mari bersama menjaga konservasi dan merawat harmoni,” ujarnya.

Prof Fathur juga mengingatkan kembali kewajiban Unnes untuk meneruskan prestasi yang telah diraih, dengan akselerasi mutu, menetapkan sasaran mutu prodi, indikator mutu akademik.

Terkait prestasi prodi, rektor akan memberikan penghargaan bagi prodi terakreditasi A pada Upacara Hari Pendidikan Nasional, 2 Mei mendatang. Seperti jurnal internasional Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) yang capaiannya melebihi 100 persen dari target yang ditentukan. “Ini prestasi yang membanggakan,” kata Rektor.


DIUNGGAH : Rohmawati Dibaca : 1.044 kali
EDITOR : Dhoni Zustiyantoro

3 komentar pada “136 Pejabat Unnes Tandatangani Pakta Integritas

  1. Mohon maaf, terkait konservasi di Unnes, saya hanya ingin menanyakan tentang kebijakan kampus bebas kendaraan bermotor (kecuali yang kendaraan yg memang mendesak masuk, misal kendaraan pengangkut sampah), kenapa akhir-akhir ini mengendur, ya?
    Banyak mobil-mobil “mentereng” berjejeran di parkir Rektorat dan parkir atas FMIPA.
    Saya sebenarnya pernah membaca status Presma kita tentang penjelasan dari Pak Rektor bahwa yang membawa mobil adalah para pejabat yang sakit?
    Apakah memang seperti itu keadaannya, mohon penjelasannya ya Bapak, biar kita yang di bawah bisa mengerti…
    Terima kasih.

  2. Like this “Nur” . mungkin yang masuk kampus membawa kendaraan bermotor sedang sakit . Kita do’akan saja semoga lekas sembuh biar bisa kembali memarkirkan kendaraan di tempat yang disediakan sesuai peraturan.

  3. Untuk “layanan prima” terhadap mahasiswa agar kuliah tidak terlambat hanya gara-gara nunggu bis atau berjalan kaki, apalagi sekarang presensi kuliah online, keterlambatan kuliah sekecil apapun akan dapat dipantau. Jadi bukan mengendur, tapi “layanan primanya” meningkat karena keterlambatan kuliah dapat diminimalisir.

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

X